Tekno / Sains
Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:54 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari (Enrique/Pixabay)
Baca 10 detik
  • Puncak hujan meteor Perseid dan Gerhana Matahari Total akan menghiasi langit pada tanggal 12 sampai 13 Agustus 2026.
  • Jalur Gerhana Matahari Total melewati kawasan Atlantik Utara seperti Islandia dan Spanyol, namun tidak dapat disaksikan langsung di Indonesia.
  • Masyarakat Indonesia tetap dapat menyaksikan kedua fenomena astronomi tersebut melalui siaran langsung di situs resmi NASA dan ESA.

Suara.com - Link nonton Gerhana Matahari Total dan hujan meteor Perseid Agustus 2026 menjadi informasi yang banyak dicari para pecinta astronomi. Pasalnya, pada Agustus 2026, langit akan dihiasi dua fenomena astronomi yang paling dinantikan, yakni puncak hujan meteor Perseid dan Gerhana Matahari Total yang melintasi sejumlah negara.

Bagi masyarakat Indonesia yang tidak dapat menyaksikan langsung kedua fenomena tersebut, sejumlah lembaga astronomi dunia menyediakan siaran langsung (live streaming) secara gratis melalui situs resmi maupun kanal YouTube mereka.

Hujan Meteor Perseid Capai Puncak 12-13 Agustus 2026

NASA menjelaskan bahwa hujan meteor Perseid merupakan salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi sisa debu yang ditinggalkan oleh komet 109P/Swift-Tuttle.

Hujan Meteor Perseid. [NASA/Preston Dyches]

Pada tahun 2026, puncak hujan meteor Perseid diperkirakan berlangsung pada malam 12 Agustus hingga menjelang matahari terbit 13 Agustus 2026. Dalam kondisi langit gelap tanpa polusi cahaya, pengamat berpeluang melihat puluhan meteor setiap jam.

Perseid juga terkenal menghasilkan meteor yang terang dan meninggalkan jejak cahaya (persistent trains) beberapa detik setelah melintas. Informasi tersebut juga dijelaskan oleh American Meteor Society.

Hujan meteor Perseid selalu dinantikan antara lain karena termasuk hujan meteor paling aktif setiap tahun. Di momen ini, meteor bergerak sangat cepat dengan kecepatan sekitar 59 kilometer per detik.

Meteor Perseid banyak menghasilkan bola api (fireball) yang sangat terang yang berasal dari sisa material komet Swift-Tuttle yang mengorbit Matahari setiap sekitar 133 tahun.

Hujan meteor ini dapat diamati tanpa teleskop karena meteor terlihat dengan mata telanjang di lokasi yang gelap. 

Baca Juga: Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Gerhana Matahari Total di Amerika pada 2017. [Shutterstock]

Fenomena besar berikutnya adalah Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026.

Menurut NASA, jalur totalitas gerhana akan dimulai dari Samudra Arktik, kemudian bergerak ke lepas pantai utara Rusia, melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, dan berakhir di Spanyol.

Sementara itu, gerhana sebagian dapat diamati dari beberapa wilayah seperti Alaska, Kanada, Wilayah utara Amerika Serikat, Afrika bagian barat dan beberapa wilayah Eropa

Sedangkan Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana ini secara langsung.

Gerhana Matahari Total tahun ini memiliki sejumlah keistimewaan karena menjadi salah satu gerhana matahari total terbesar yang melintasi kawasan Atlantik Utara. Jalur totalitas melewati beberapa lokasi wisata terkenal seperti Islandia dan Spanyol. 

Load More