Tekno / Gadget
Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:56 WIB
Jajaran laptop HP Indonesia, OmniBook dan EliteBook. [HP Indonesia]
Baca 10 detik
  • Presiden Direktur HP Indonesia Juliana Cen menyatakan bahwa aktivitas harian seperti multitasking, meeting online, dan penggunaan AI membuat laptop bekerja lebih keras sehingga terasa hangat pada 19 Agustus 2026 di Jakarta.
  • Penumpukan debu, penggunaan di atas kasur, serta desain bodi laptop tipis dapat menghambat aliran udara dan membuat sistem pendinginan bekerja lebih keras untuk membuang panas perangkat.
  • Pengguna perlu segera memeriksakan perangkat jika mengalami penurunan performa drastis, laptop mati sendiri, kipas berputar terus menerus, atau muncul bau komponen terbakar.

Suara.com - Laptop tiba-tiba terasa panas padahal hanya digunakan untuk membuka email, membuat presentasi, atau mengikuti rapat online? Kondisi ini sebenarnya cukup umum.

Banyak pengguna mengira laptop baru akan bekerja keras ketika digunakan untuk gaming, editing video, atau pekerjaan berat lainnya.

Padahal, sejumlah aktivitas harian yang terlihat sederhana juga bisa membuat prosesor, memori, GPU, bahkan NPU bekerja lebih keras. Akibatnya, kipas berputar lebih kencang dan permukaan laptop terasa hangat.

1. Terlalu Banyak Aplikasi Terbuka

Multitasking menjadi salah satu penyebab paling umum. Membuka aplikasi kerja, browser, aplikasi chat, pemutar musik, hingga software konferensi video secara bersamaan membuat laptop harus menangani banyak proses sekaligus.

Semakin banyak pekerjaan yang berjalan, semakin besar pula sumber daya yang digunakan. Prosesor bekerja lebih aktif dan menghasilkan panas yang kemudian harus dibuang melalui sistem pendinginan.

2. Meeting Online Bisa Membebani Laptop

Rapat virtual juga tidak selalu seringan yang terlihat. Saat mengikuti meeting, laptop harus memproses video dan audio sekaligus.

Jika pengguna mengaktifkan screen sharing, virtual background, efek video, noise cancellation, dan fitur lainnya, beban pemrosesan bisa semakin tinggi. Hal serupa terjadi ketika menonton video streaming dalam resolusi tinggi.

Baca Juga: Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable

3. Puluhan Tab Browser Tetap Bekerja di Background

Punya kebiasaan membuka banyak tab browser? Ini juga bisa menjadi penyebab laptop lebih panas.

Sejumlah situs tetap menjalankan video, iklan, animasi, sinkronisasi, maupun pembaruan secara real-time meski tab tersebut sedang tidak digunakan.

Jika jumlahnya sudah puluhan, penggunaan memori dan prosesor pun dapat meningkat.

4. Ada Proses yang Berjalan Tanpa Disadari

Laptop juga bisa bekerja ketika pengguna tidak sedang melakukan apa-apa. System update, sinkronisasi cloud, backup, hingga pemindaian antivirus dapat berjalan otomatis di latar belakang.

Load More