- Presiden Direktur HP Indonesia Juliana Cen menyatakan bahwa aktivitas harian seperti multitasking, meeting online, dan penggunaan AI membuat laptop bekerja lebih keras sehingga terasa hangat pada 19 Agustus 2026 di Jakarta.
- Penumpukan debu, penggunaan di atas kasur, serta desain bodi laptop tipis dapat menghambat aliran udara dan membuat sistem pendinginan bekerja lebih keras untuk membuang panas perangkat.
- Pengguna perlu segera memeriksakan perangkat jika mengalami penurunan performa drastis, laptop mati sendiri, kipas berputar terus menerus, atau muncul bau komponen terbakar.
Suara.com - Laptop tiba-tiba terasa panas padahal hanya digunakan untuk membuka email, membuat presentasi, atau mengikuti rapat online? Kondisi ini sebenarnya cukup umum.
Banyak pengguna mengira laptop baru akan bekerja keras ketika digunakan untuk gaming, editing video, atau pekerjaan berat lainnya.
Padahal, sejumlah aktivitas harian yang terlihat sederhana juga bisa membuat prosesor, memori, GPU, bahkan NPU bekerja lebih keras. Akibatnya, kipas berputar lebih kencang dan permukaan laptop terasa hangat.
1. Terlalu Banyak Aplikasi Terbuka
Multitasking menjadi salah satu penyebab paling umum. Membuka aplikasi kerja, browser, aplikasi chat, pemutar musik, hingga software konferensi video secara bersamaan membuat laptop harus menangani banyak proses sekaligus.
Semakin banyak pekerjaan yang berjalan, semakin besar pula sumber daya yang digunakan. Prosesor bekerja lebih aktif dan menghasilkan panas yang kemudian harus dibuang melalui sistem pendinginan.
2. Meeting Online Bisa Membebani Laptop
Rapat virtual juga tidak selalu seringan yang terlihat. Saat mengikuti meeting, laptop harus memproses video dan audio sekaligus.
Jika pengguna mengaktifkan screen sharing, virtual background, efek video, noise cancellation, dan fitur lainnya, beban pemrosesan bisa semakin tinggi. Hal serupa terjadi ketika menonton video streaming dalam resolusi tinggi.
Baca Juga: Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable
3. Puluhan Tab Browser Tetap Bekerja di Background
Punya kebiasaan membuka banyak tab browser? Ini juga bisa menjadi penyebab laptop lebih panas.
Sejumlah situs tetap menjalankan video, iklan, animasi, sinkronisasi, maupun pembaruan secara real-time meski tab tersebut sedang tidak digunakan.
Jika jumlahnya sudah puluhan, penggunaan memori dan prosesor pun dapat meningkat.
4. Ada Proses yang Berjalan Tanpa Disadari
Laptop juga bisa bekerja ketika pengguna tidak sedang melakukan apa-apa. System update, sinkronisasi cloud, backup, hingga pemindaian antivirus dapat berjalan otomatis di latar belakang.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Laptop Gaming Murah yang Sekaligus Bisa untuk Produktivitas Tinggi
-
Asus ROG x Spider-Man: Brand New Day Dobrak Batas Performa dengan Pendingin Laptop Gaming RTX 5090
-
ASUS ExpertBook Ultra: Laptop Profesional dengan Mobilitas Tinggi dan Performa AI
-
7 HP Murah RAM Besar Terbaik untuk Gaming dan Streaming, Harga Rp1-2 Jutaan
-
MacBook Neo 2 Siap Gebrak Pasar 2027: Chip A19 Pro dan RAM 12GB Jadi Standar Baru Laptop Terjangkau
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas
-
Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?
-
Bamus Betawi soal Demo Warga Pati ke Jakarta: Jangan Datang Banyak-banyak
-
Industri Aftermarket Roda Dua Indonesia Kembali Menggeliat Lewat IMHAX 2026
-
KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor
-
Panduan Pilih Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki Sesuai Arah Mata Angin
-
Danantara Mau Bangun Jaringan Charging Station Motor Listrik
-
Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh
-
Local Media Community Pekanbaru Bahas Tantangan Media di Era Digital
-
Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat