Tekno / Tekno
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Sharp Hydro Heroes. [Sharp]
Baca 10 detik
  • PT Sharp Electronics Indonesia meluncurkan program Sharp Hydro Heroes bagi ibu muda di Bekasi Utara.
  • Sebanyak 20 peserta mempelajari teknik hidroponik, pengelolaan hasil panen, dan strategi pemasaran digital di area SAGA Life School.
  • Inisiatif ini bertujuan meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menekan angka stunting melalui edukasi gizi dan pola makan sehat.

Suara.com - Teknologi hidroponik kini tak hanya dimanfaatkan untuk bercocok tanam di lahan terbatas, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk membuka peluang usaha.

PT Sharp Electronics Indonesia membawa konsep tersebut melalui program Sharp Hydro Heroes di Bekasi Utara, Jawa Barat. Program ini melibatkan 20 ibu muda yang tidak hanya belajar menanam sayuran dengan metode hidroponik, tetapi juga dibekali keterampilan mengelola hasil panen hingga memasarkannya secara digital.

Dari Tanam Sayur hingga Jualan Online

Sharp memanfaatkan lahan seluas 15 x 5 meter di area SAGA Life School, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, sebagai lokasi pelatihan.

Peserta mempelajari teknik dasar hidroponik, perawatan tanaman, hingga pemanenan. Setelah itu, mereka mendapatkan materi kewirausahaan, branding, perhitungan biaya usaha, dan pemasaran melalui media sosial.

Dengan begitu, program ini tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan sayuran. Peserta juga diarahkan memahami cara mengubah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan menjangkau konsumen melalui kanal digital.

Sharp Hydro Heroes. [Sharp]

“Melalui Sharp Hydro Heroes, kami ingin hadir lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di sekitar kami. Kami percaya pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan ekonomi, tetapi juga mengenai bagaimana seorang ibu dapat menjadi penggerak perubahan di dalam keluarganya,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Teknologi untuk Ekonomi dan Gizi Keluarga

Sharp juga menggabungkan pelatihan hidroponik dengan edukasi mengenai pola makan beragam dan pentingnya sayuran bagi keluarga.

Baca Juga: Tanpa Disadari, Teknologi Ini Diam-Diam Mengubah Cara Kita Menjalani Hari

Langkah ini menjadi relevan karena persoalan gizi anak masih menjadi perhatian di Bekasi. Data SSGI 2024 yang dikutip Sharp mencatat prevalensi stunting di Kota Bekasi sebesar 11,7 persen.

Melalui program tersebut, ibu muda diharapkan memiliki dua bekal sekaligus, yakni keterampilan teknologi pertanian yang dapat dikembangkan menjadi usaha serta pengetahuan untuk membangun pola makan keluarga yang lebih sehat.

Sharp sebelumnya menjalankan Hydro Heroes di Karawang pada 2024 dengan melibatkan anak muda. Di Bekasi, program ini dikembangkan dengan fokus pada pemberdayaan ibu muda dan ekonomi keluarga.

"Melalui Sharp Hydro Heroes bukan sekadar program menanam sayuran, tetapi sebuah upaya untuk menanam pengetahuan, menumbuhkan kemandirian dan memanen masa depan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia.” jelas PR & Brand Communication Department Head, PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).

Sharp menggandeng Benihbaik.com sebagai mitra dalam pelaksanaan dan pendampingan program.

Load More