- PT Sharp Electronics Indonesia meluncurkan program Sharp Hydro Heroes bagi ibu muda di Bekasi Utara.
- Sebanyak 20 peserta mempelajari teknik hidroponik, pengelolaan hasil panen, dan strategi pemasaran digital di area SAGA Life School.
- Inisiatif ini bertujuan meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menekan angka stunting melalui edukasi gizi dan pola makan sehat.
Suara.com - Teknologi hidroponik kini tak hanya dimanfaatkan untuk bercocok tanam di lahan terbatas, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk membuka peluang usaha.
PT Sharp Electronics Indonesia membawa konsep tersebut melalui program Sharp Hydro Heroes di Bekasi Utara, Jawa Barat. Program ini melibatkan 20 ibu muda yang tidak hanya belajar menanam sayuran dengan metode hidroponik, tetapi juga dibekali keterampilan mengelola hasil panen hingga memasarkannya secara digital.
Dari Tanam Sayur hingga Jualan Online
Sharp memanfaatkan lahan seluas 15 x 5 meter di area SAGA Life School, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, sebagai lokasi pelatihan.
Peserta mempelajari teknik dasar hidroponik, perawatan tanaman, hingga pemanenan. Setelah itu, mereka mendapatkan materi kewirausahaan, branding, perhitungan biaya usaha, dan pemasaran melalui media sosial.
Dengan begitu, program ini tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan sayuran. Peserta juga diarahkan memahami cara mengubah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan menjangkau konsumen melalui kanal digital.
“Melalui Sharp Hydro Heroes, kami ingin hadir lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di sekitar kami. Kami percaya pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan ekonomi, tetapi juga mengenai bagaimana seorang ibu dapat menjadi penggerak perubahan di dalam keluarganya,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.
Teknologi untuk Ekonomi dan Gizi Keluarga
Sharp juga menggabungkan pelatihan hidroponik dengan edukasi mengenai pola makan beragam dan pentingnya sayuran bagi keluarga.
Baca Juga: Tanpa Disadari, Teknologi Ini Diam-Diam Mengubah Cara Kita Menjalani Hari
Langkah ini menjadi relevan karena persoalan gizi anak masih menjadi perhatian di Bekasi. Data SSGI 2024 yang dikutip Sharp mencatat prevalensi stunting di Kota Bekasi sebesar 11,7 persen.
Melalui program tersebut, ibu muda diharapkan memiliki dua bekal sekaligus, yakni keterampilan teknologi pertanian yang dapat dikembangkan menjadi usaha serta pengetahuan untuk membangun pola makan keluarga yang lebih sehat.
Sharp sebelumnya menjalankan Hydro Heroes di Karawang pada 2024 dengan melibatkan anak muda. Di Bekasi, program ini dikembangkan dengan fokus pada pemberdayaan ibu muda dan ekonomi keluarga.
"Melalui Sharp Hydro Heroes bukan sekadar program menanam sayuran, tetapi sebuah upaya untuk menanam pengetahuan, menumbuhkan kemandirian dan memanen masa depan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia.” jelas PR & Brand Communication Department Head, PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).
Sharp menggandeng Benihbaik.com sebagai mitra dalam pelaksanaan dan pendampingan program.
Berita Terkait
-
Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi
-
Rumah Makin Hemat, Modena Hadirkan Eco Series dengan Kompor 200 Watt dan Inverter
-
Sharp AQUOS Wish6 Siap Debut, AI Bisa Deteksi Telepon Penipu dan Blokir Nomor Internasional
-
Yonyou Network Indonesia Bagikan Pengalaman Lokalisasi ERP di Ajang DTI Series 2026
-
Indonesia Siap Loncat ke Era AI dan 5G, DTI-CX 2026 Jadi Pusat Transformasi Digital Nasional
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym
-
Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala
-
Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
-
3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta
-
Dekonstruksi Buddy-Cop yang Segar dan Nyeleneh dalam Film 'The Nice Guys'