Tekno / Sains
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:29 WIB
Bangun datar segitiga. (Suara.com/AI)
Baca 10 detik

David Jia menjelaskan cara menghitung tinggi segitiga menggunakan rumus matematika tinggi sama dengan dua kali luas dibagi alas. Perhitungan tinggi segitiga dibuktikan melalui dua contoh soal dengan hasil masing-masing sepuluh dan dua puluh sentimeter. Penerapan rumus matematika ini berguna dalam kehidupan nyata seperti bidang arsitektur serta penataan taman rumah.

Cara Mencari Tinggi Segitiga tapi yang Diketahui adalah Luas dan Alas

Suara.com - Materi geometri sering kali membuat banyak orang mengernyitkan dahi karena rumusnya yang terkesan rumit.

Salah satu persoalan yang kerap membingungkan pelajar maupun orang tua yang mendampingi anaknya belajar di rumah adalah cara mencari tinggi segitiga ketika hanya luas dan alasnya saja yang diketahui.

Padahal, segitiga merupakan salah satu bangun datar—sebutan untuk bidang rata dua dimensi yang dibatasi oleh tiga garis lurus—paling sederhana yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari potongan pizza, atap rumah, hingga tenda perkemahan, semuanya mengadopsi bentuk tiga sudut ini.

Sebelum masuk ke cara menghitungnya, mari kita bedah terlebih dahulu beberapa istilah teknis di dalamnya agar lebih mudah dipahami.

Dalam geometri, tinggi segitiga didefinisikan sebagai garis yang ditarik tegak lurus dari alas segitiga ke titik puncak.

Tegak lurus di sini berarti garis tersebut membentuk sudut siku-siku sempurna sebesar sembilan puluh derajat saat bertemu dengan alas.

Sementara alas adalah sisi bagian bawah yang dijadikan dasar atau fondasi dari bangun segitiga tersebut.

Bentuk Penerapan Rumus Luas Segitiga

Bangun datar segitiga. (Suara.com/AI)

Bagaimana rumus dasarnya bekerja? Kita semua tentu tahu bahwa luas segitiga dapat dihitung dengan mengalikan setengah bagian alas dengan tingginya, yang biasa ditulis dengan rumus Luas = 1/2 x alas x tinggi.

Baca Juga: Cara Mencari Alas Segitiga: Lengkap dengan Rumus dan Contoh Soalnya

Namun, bagaimana jika posisinya dibalik dan kita harus mencari tingginya? Caranya sangat mudah karena kita hanya perlu membalik persamaan matematis tersebut.

Rumus langsung yang digunakan untuk mencari tinggi adalah tinggi = (2 x luas) : alas.

Metode pembalikan rumus ini sangat logis untuk diterapkan. David Jia, seorang tutor akademis berpengalaman sekaligus pendiri lembaga bimbingan belajar LA Math Tutoring di Los Angeles, California, menjelaskan trik penting saat kita berhadapan dengan soal segitiga di atas kertas.

Dalam panduan edukasinya, ia menuliskan bahwa:

"Terlepas dari penggambarannya, sisi mana pun pada segitiga bisa menjadi alasnya".

Kita hanya perlu membayangkan memutar posisi gambar segitiga tersebut di dalam pikiran kita hingga sisi yang panjangnya sudah kita ketahui berada di bagian dasar atau dasar lantai.

Contoh Soal

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada pembaca, mari kita bedah dua contoh soal sederhana berikut ini.

Contoh Soal Pertama

Sebuah segitiga dalam soal matematika tertulis memiliki luas sebesar 20 sentimeter persegi, dan panjang salah satu sisinya yang bertindak sebagai alas adalah sepanjang 4 sentimeter. Berapakah tinggi dari bangun segitiga tersebut?

Penyelesaian:

Mari kita masukkan angka-angka yang sudah diketahui ini ke dalam rumus dasar

Luas = 1/2 x alas x tinggi.
20 = 1/2 x 4 x tinggi 20 = 2 x tinggi

Untuk menemukan nilai tingginya, kita bagi angka 20 dengan hasil perkalian sebelumnya yaitu angka 2.

Tinggi = 10 sentimeter.

Dengan menggunakan rumus langsung tinggi = (2 x Luas) : alas pun hasilnya akan tetap sama, yaitu (2 x 20) : 4 yang menghasilkan nilai 10 sentimeter.

Contoh Soal Kedua

Kini kita coba menyelesaikannya dengan angka yang sedikit lebih besar. Sebuah segitiga memiliki luas bidang sebesar 240 sentimeter persegi dengan ukuran alas sepanjang 24 sentimeter. Hitunglah tinggi segitiga tersebut!

Penyelesaian:

Kita langsung gunakan rumus praktis tinggi = (2 x Luas) : alas. tinggi = (2 x 240) : 24 tinggi = 480 : 24 tinggi = 20 sentimeter. Jadi, tinggi segitiga pada kasus kedua ini adalah sepanjang 20 sentimeter.

Penerapan konsep perhitungan matematika ini rupanya tidak hanya terbatas pada pengerjaan lembar soal di kelas saja.

Di kehidupan nyata, konsep ini sering digunakan dalam berbagai aktivitas praktis seperti arsitektur, pertukangan, hingga penataan taman rumah.

Sebagai contoh, ketika seseorang ingin memasang rumput sintetis—atau karpet rumput buatan—pada area taman belakang rumahnya yang berbentuk segitiga siku-siku.

Dengan mengetahui total luas lahan taman yang tersedia serta panjang alasnya, mereka dapat menentukan ukuran tinggi taman tersebut dengan sangat akurat agar pemasangan rumput sintetis pas tanpa ada bahan yang terbuang sia-sia.

Load More