Platform Digital Buka Jalan Talenta Muda Indonesia Kembangkan Passion Jadi Peluang

Senin, 07 September 2026 | 14:08 WIB
Korea Kaja! Vol.3 bertajuk “Dance of Dreams”. [Suara.com/Dythia]
  • By.U menyelenggarakan program Korea Kaja! Vol.3 yang sukses menjaring sekitar 2.000 video submission Random Play Dance.
  • Rangkaian kompetisi yang mencakup lima kota tersebut berhasil menjangkau sepuluh ribu penonton langsung dan enam puluh ribu penonton online.
  • Grand Final acara ini menghadirkan juri internasional asal Korea, Khloe Kim, bersama juri lokal untuk menilai para finalis.

K-pop, misalnya, dapat berkembang menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk mempelajari koreografi, membuat konten, tampil di depan publik, hingga membangun jaringan dengan komunitas yang memiliki ketertarikan serupa.

Korea Kaja! Vol.3 bertajuk “Dance of Dreams”. [Suara.com/Dythia]

Dalam konteks tersebut, teknologi digital berperan sebagai penghubung. Video menjadi medium untuk memperlihatkan kemampuan, sementara platform digital memungkinkan karya ditemukan oleh audiens yang lebih luas.

Korea Kaja! Vol.3 kemudian membawa proses tersebut ke tahap berikutnya. Dari kompetisi di lima kota, 10 pemenang dan dua peserta penerima comeback chance berhasil melaju ke Grand Final di Jakarta.

Sebanyak 12 finalis berkompetisi dengan membawa tema “Dance of Dreams”, yang menekankan keberanian mengambil kesempatan dan menjadikan setiap langkah sebagai bagian dari perjalanan menuju mimpi.

Grand Final menghadirkan Khloe Kim, SM Universe Dance Trainer dari Korea, sebagai global dance judge serta Asyifa Nadya Ivan (Acipa) sebagai local dance judge.

Penilaian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengikuti koreografi. Teknik, karakter, musikalitas, kepercayaan diri, hingga kemampuan membangun hubungan dengan penonton turut menjadi perhatian.

Khloe Kim mengatakan, talenta Indonesia memiliki peluang untuk menunjukkan identitas mereka sendiri ketika membawakan koreografi K-pop.

“Sebagai profesional di industri K-Pop, saya sangat antusias melihat bagaimana para dancer Indonesia akan menghadirkan energi dan karakter mereka sendiri dalam berbagai koreografi ikonik,” kata Khloe.

Ia menilai seorang dancer tidak cukup hanya mengikuti gerakan, tetapi juga perlu memiliki karakter dan stage presence yang mampu menarik perhatian audiens.

Ruang Digital dan Masa Depan Talenta Muda

Perkembangan ini menunjukkan perubahan fungsi platform digital di kalangan generasi muda. Internet bukan lagi sekadar tempat mengonsumsi konten, tetapi juga menjadi ruang produksi dan distribusi karya.

Korea Kaja! Vol.3 bertajuk “Dance of Dreams”. [Suara.com/Dythia]

Ketika akses terhadap komunitas semakin mudah, batas antara penggemar, kreator, dan talenta juga semakin tipis. 

Seseorang yang awalnya hanya menikmati K-pop dapat berkembang menjadi dancer, kreator konten, performer, atau membangun jejaring profesional dari komunitas yang ditemukannya secara online.

Korea Kaja! Vol.3 menjadi salah satu contoh bagaimana ekosistem tersebut dapat dibangun dengan menggabungkan partisipasi digital, aktivitas komunitas, kompetisi, serta pengalaman offline.

Program ini juga masih membuka kesempatan bagi anak by.U untuk mendapatkan pengalaman ke Korea melalui pembelian Paket K-Popers Modal Kuota dan penukaran uCoin hingga 30 September 2026.

Pada akhirnya, meningkatnya jumlah submission bukan sekadar menunjukkan tingginya antusiasme terhadap K-pop. 

Angka tersebut juga memperlihatkan semakin besarnya kebutuhan anak muda terhadap ruang digital yang memungkinkan mereka menunjukkan karya, bertemu komunitas, dan mengembangkan passion menjadi pengalaman nyata.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com