Industri Telekomunikasi Diminta Perkuat Kolaborasi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB
Ilustrasi BTS. [Unsplash]
  • Inspektur Jenderal Komdigi Arief Tri Hardiyanto meminta ekosistem telekomunikasi memperkuat kolaborasi demi menjaga kepercayaan publik pada Selasa, 15 September 2026.
  • Sekjen ATSI Merza Fachys menyatakan konsolidasi antar-pelaku industri penting untuk mendukung transformasi digital nasional menuju Indonesia Emas 2045.
  • Rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 juga mengadakan kegiatan donor darah bersama ATSI dan PMI DKI Jakarta yang menghasilkan 228 kantong darah.

Suara.com - Ekosistem telekomunikasi dan digital diminta memperkuat kolaborasi untuk menjaga kepercayaan publik. Sinergi antara regulator, operator, asosiasi, vendor, dan berbagai pelaku industri dinilai penting untuk mempertahankan reputasi sektor telekomunikasi sekaligus mendorong transformasi digital Indonesia.

Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Arief Tri Hardiyanto mengatakan, kepercayaan yang telah dibangun industri harus dijaga melalui kerja sama yang lebih kuat di seluruh ekosistem.

“Kepercayaan yang dicapai sampai saat ini, marilah kita terus jaga dengan memperkuat kolaborasi antara pihak regulasi dan seluruh anggota dari ekosistem kita," tegas Arief dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, membangun trust take years but menghancurkan trust take second.

"Sehingga, marilah kita kembali memperkuat kolaborasi untuk mempertahankan reputasi, mempertahankan trust yang sudah dimiliki oleh industri ini,” tambah dia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel (HBP) ke-81 yang mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat.”

Menurut Arief, keberhasilan rangkaian HBP juga menjadi bagian dari sinergi antarpelaku industri yang dapat memperkuat kepercayaan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dan layanan digital. Hubungan yang solid di antara seluruh pemangku kepentingan juga dibutuhkan agar industri mampu menghadapi tantangan transformasi digital secara bersama-sama.

Konsolidasi Industri Menuju Indonesia Emas 2045

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys mengatakan, konsolidasi antaranggota industri menjadi salah satu kunci untuk membangun kekuatan bersama dalam mendukung transformasi digital nasional.

“Mudah-mudahan dengan demikian, maka konsolidasi dari industri ini, kerjasama dari tiap-tiap pelaku industri akan membentuk sebuah kekuatan yang betul-betul besar, yang akan mengembangkan transformasi digital ini menuju ke arah yang kita cita-citakan menyambut Indonesia Emas 2045,” tegas Merza.

Rangkaian HBP ke-81 melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem telekomunikasi dan digital, mulai dari regulator, operator, asosiasi, vendor, hingga komunitas industri.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sekaligus memperluas bentuk kolaborasi di luar aspek bisnis dan teknologi.

Ketua ASPIMTEL sekaligus Ketua Umum HBP ke-81, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan rangkaian HBP tahun ini mencakup berbagai aspek, mulai dari bisnis dan kolaborasi hingga olahraga dan kepedulian sosial.

“Rangkaian HBP 81 tahun 2026 kemeriahannya sangat lengkap, mulai dari membuka peluang bisnis dan kolaborasi (DTI-CX), olah raga dan olah rasa, serta aspek kepedulian sosial,” ujarnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com