Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN

Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB
Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid (kiri). [Komdigi]
BACA 10 DETIK
  • Microsoft menyiapkan investasi 1,7 miliar dolar AS untuk infrastruktur cloud dan AI di Indonesia.
  • Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan apresiasi tersebut dalam pertemuan bilateral di New York pada Rabu.
  • Pemerintah mendorong investasi ini agar Indonesia menjadi pusat inovasi digital kawasan ASEAN.

Suara.com - Microsoft menyiapkan investasi 1,7 miliar dolar AS di Indonesia untuk memperkuat infrastruktur cloud, kecerdasan artifisial (AI), dan ekosistem digital.

Pemerintah melihat investasi tersebut sebagai peluang untuk mendorong Indonesia naik kelas, bukan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi juga sebagai pusat infrastruktur dan inovasi digital di kawasan ASEAN.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, investasi teknologi dalam skala besar perlu memberikan dampak yang lebih luas terhadap kapasitas nasional.

Hal itu disampaikan Meutya dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026).

“Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar 1,7 miliar dolar AS di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar Meutya.

Menurut Meutya, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin kuat dan mampu menopang kebutuhan masyarakat maupun industri.

Karena itu, pemerintah ingin Indonesia tidak berhenti menjadi pengguna atau pasar bagi teknologi global. Infrastruktur yang dibangun diharapkan ikut membuka ruang bagi pengembangan teknologi dan inovasi dari dalam negeri.

Indonesia Tak Ingin Cuma Jadi Pasar

Ambisi tersebut terlihat dari harapan pemerintah agar Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam ekosistem teknologi kawasan.

“Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan,” kata Meutya.

Dorongan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi cloud dan AI.

Pengembangan teknologi AI membutuhkan infrastruktur komputasi, konektivitas, keamanan, sekaligus sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan memanfaatkannya.

Investasi Microsoft di sisi cloud dan AI pun diharapkan tidak berdiri sendiri. Pemerintah mendorong adanya transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta, serta peningkatan kemampuan pelaku industri digital nasional.

Bidik Talenta AI hingga Pengembang Lokal

Bagi pemerintah, membangun ekosistem AI bukan hanya soal menyediakan infrastruktur. Indonesia juga membutuhkan lebih banyak orang yang mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com