- Atmosfer Bumi menghamburkan cahaya Matahari melalui proses hamburan Rayleigh saat memasuki lapisan udara.
- Cahaya biru dengan panjang gelombang pendek lebih kuat tersebar oleh molekul gas dibanding cahaya merah.
- Interaksi cahaya Matahari dengan komposisi atmosfer yang unik membuat langit Bumi terlihat berwarna biru.
Suara.com - Pernahkah kamu bertanya mengapa langit yang terlihat hampir setiap hari justru memiliki warna biru, bukan hijau, merah, atau warna lainnya?
Warna tersebut ternyata berkaitan dengan cara cahaya Matahari berinteraksi dengan atmosfer Bumi sebelum akhirnya sampai ke mata manusia.
Cahaya Matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna dengan panjang gelombang berbeda, sedangkan atmosfer membuat sebagian warna lebih banyak tersebar dibandingkan warna lainnya.
Fenomena inilah yang membuat langit tampak biru pada siang hari, berubah pucat di dekat horizon, dan dapat terlihat kemerahan ketika Matahari mulai terbenam.
Kenapa Langit Berwarna Biru?
Untuk memahami alasan langit berwarna biru, perlu diketahui bahwa cahaya putih dari Matahari merupakan gabungan berbagai warna cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang berbeda.
Dikutip dari laman Himpunan Mahasiswa Kimia 'Amisca' ITB, rentang cahaya tampak yang dapat ditangkap mata manusia berada sekitar 400–700 nanometer, sehingga berbagai warna dalam cahaya Matahari sebenarnya selalu hadir meskipun tidak selalu terlihat secara terpisah.
Contoh paling mudah dapat dilihat ketika terjadi pelangi. Tetesan air hujan dapat memisahkan cahaya Matahari menjadi berbagai warna sehingga susunan warna yang terdapat dalam cahaya putih dapat terlihat oleh mata.
Ketika cahaya Matahari memasuki atmosfer Bumi, cahaya tersebut berinteraksi dengan molekul gas dan partikel di udara. Interaksi tersebut menyebabkan cahaya tersebar ke berbagai arah atau disebut hamburan.
Warna biru lebih mudah dihamburkan dibandingkan warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah.
Molekul nitrogen dan oksigen di atmosfer berperan dalam proses tersebut, sehingga cahaya dari bagian biru spektrum lebih banyak tersebar ke berbagai arah dan membuat langit tampak biru ketika dilihat dari permukaan Bumi.
Fenomena penghamburan cahaya oleh partikel berukuran jauh lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya tersebut dikenal sebagai hamburan Rayleigh.
Besarnya hamburan bergantung pada panjang gelombang, sehingga cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek mengalami hamburan lebih kuat daripada cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang.
Lalu, mengapa warna biru langit terkadang tampak lebih pucat ketika mendekati horizon? Salah satu penyebabnya adalah cahaya Matahari yang datang dari arah tersebut harus melewati jalur atmosfer yang lebih panjang sehingga mengalami lebih banyak proses hamburan sebelum mencapai pengamat.
Selain itu, cahaya yang berasal dari wilayah dekat horizon dapat mengalami pantulan dan hamburan oleh permukaan Bumi sehingga cahaya yang sampai ke mata merupakan campuran dari berbagai warna yang telah tersebar di atmosfer. Kondisi tersebut dapat membuat langit terlihat biru pucat hingga mendekati putih.
Fenomena serupa juga menjelaskan perubahan warna langit ketika Matahari terbenam. Saat posisi Matahari semakin rendah, cahaya Matahari harus menempuh jalur atmosfer yang lebih panjang sehingga semakin banyak cahaya biru yang tersebar keluar dari lintasan langsung menuju pengamat.