Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB
Ilustrasi smartwatch. (Freepik)
BACA 10 DETIK
  • Smartwatch kini dilengkapi sensor HRV untuk mengukur variasi interval detak jantung guna memantau respons tubuh saat tidur.
  • Perangkat pintar juga menggunakan sensor SpO2 untuk memperkirakan persentase saturasi oksigen dalam darah selama pengguna beristirahat.
  • Kedua fitur kesehatan tersebut memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam menampilkan informasi kondisi tubuh pengguna.
Biasanya milidetik (ms)Persentase (%)

Penggunaan saat tidur

Melihat pola HRV dan pemulihanMemantau perubahan kadar oksigen

Faktor yang memengaruhi

Stres, olahraga, tidur, kondisi tubuh

Posisi sensor, gerakan, sirkulasi, kondisi tubuh

Mana yang Lebih Penting untuk Memantau Tidur?

Tidak ada satu fitur yang secara umum lebih penting. Jika ingin mengetahui bagaimana tubuh merespons istirahat dan melihat tren pemulihan, HRV dapat menjadi data yang menarik untuk dipantau.

Sementara itu, SpO2 dapat memberikan informasi tambahan mengenai perkiraan kadar oksigen dalam darah selama tidur.

Perlu diingat, hasil sensor smartwatch dapat dipengaruhi oleh posisi perangkat, pergerakan saat tidur, kondisi kulit, dan faktor lainnya. Oleh sebab itu, jangan menggunakan satu hasil pengukuran smartwatch untuk mendiagnosis kondisi kesehatan tertentu.

Dengan demikian, HRV dan SpO2 sebenarnya tidak saling menggantikan. Keduanya memberikan informasi dari aspek yang berbeda.

Sehingga kesimpulannya, HRV dan SpO2 memiliki fungsi berbeda tetapi dapat saling melengkapi. Dengan memahami perbedaannya, pengguna bisa lebih tepat membaca data kesehatan yang ditampilkan smartwatch dan menggunakannya sebagai informasi untuk mengenali pola tubuh dari waktu ke waktu.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com