Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tertancap di Stop Kontak Terus Menerus?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:39 WIB
Ilustrasi Charger iPhone. [Freepik]
BACA 10 DETIK
  • Kepala charger yang dibiarkan tertancap di stopkontak dapat mengalami keausan komponen internal dan memicu risiko kebakaran.
  • Charger mengonsumsi daya hantu sebesar 0,1 hingga 0,5 watt meskipun tidak sedang digunakan untuk mengisi daya.
  • Ponsel modern memiliki manajemen daya otomatis, tetapi pengguna dilarang mengisi daya di bawah bantal untuk mencegah panas berlebih.

Suara.com - Kebiasaan membiarkan charger HP tetap tertancap di stopkontak setelah baterai terisi penuh merupakan hal yang umum dilakukan banyak orang.

Sekilas terlihat sepele, tetapi secara teknis kebiasaan ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap umur pakai perangkat dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Komponen Cepat Aus hingga Ancaman Korsleting

Meski ponsel telah dilepas dari kabel pengisian, rangkaian elektronik di dalam charger tetap aktif selama adaptor masih terhubung ke stopkontak.

"Kebiasaan membiarkan kepala charger tidak dicabut dari stopkontak membuat perangkat bekerja terus tanpa henti. Komponen kecil yang ada di dalam charger tetap aktif bekerja meski tidak sedang digunakan sehingga lama-kelamaan akan mengalami keausan," menurut situs perusahaan jual beli elektronik dan gadget, Eraspace.

Aliran listrik yang terus mengalir membuat komponen internal tetap bekerja dan menghasilkan panas.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen sehingga umur pakai charger menjadi lebih pendek dan performanya menurun.

Selain mempercepat kerusakan perangkat, risiko yang lebih serius adalah potensi korsleting listrik dan kebakaran.

Penumpukan panas pada adaptor yang terus terhubung ke listrik dapat merusak komponen internal, terutama jika menggunakan charger berkualitas rendah atau tidak memiliki sistem perlindungan yang memadai.

"Komponen dalam charger bisa menjadi panas seiring waktu terutama jika digunakan terus-menerus tanpa jeda. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan korsleting atau melelehnya bahan yang mudah terbakar," lanjut Eraspace.

Risiko tersebut dapat meningkat ketika terjadi lonjakan tegangan listrik, misalnya akibat gangguan jaringan listrik atau sambaran petir di sekitar lokasi.

Fenomena Boros Listrik dan Menambah Tagihan

Dampak lain yang sering diabaikan adalah munculnya tambahan tagihan listrik yang dikenal sebagai vampire power atau daya hantu.

Charger yang tetap tertancap di stopkontak akan terus menyerap sedikit energi meskipun tidak sedang digunakan untuk mengisi daya perangkat.

"Sebagai contoh, pengisi daya baterai HP rata-rata akan mengonsumsi daya sekitar 0,1 sampai 0,5 watt saat tersambung colokan listrik, namun tidak digunakan," tulis Eraspace.

Sekilas angka tersebut memang terlihat sangat kecil. Namun, jika dalam satu rumah terdapat beberapa charger ponsel, laptop, tablet, dan perangkat elektronik lain yang selalu tercolok sepanjang tahun, akumulasi konsumsi energinya tetap menambah penggunaan listrik rumah tangga.

Anjuran Para Ahli dan Cara Mengisi Daya yang Aman

Charger iPhone mendukung baterai lebih awet [Unsplash]

Lalu, apakah aman mengisi daya ponsel semalaman saat tidur? Meena Jha, Associate Professor di CQUniversity Australia, menjelaskan:

"Bagi sebagian besar orang yang menggunakan smartphone modern, jawabannya adalah ya. Ponsel akan mengelola proses pengisian daya secara otomatis, dan Anda tidak perlu terbangun di tengah malam hanya untuk mencabut pengisi daya tepat saat baterai mencapai 80 persen."

Artinya, ponsel modern umumnya telah dibekali sistem manajemen daya yang mampu mengatur proses pengisian secara otomatis untuk mencegah pengisian berlebih.

Meski demikian, faktor panas tetap perlu diperhatikan. Meena Jha juga memberikan peringatan terkait lokasi pengisian daya:

"Jika mengisi daya saat akan tidur, pastikan ponsel tidak berada di bawah bantal atau tertutup selimut maupun benda lain yang dapat memerangkap panas dan menyebabkan perangkat mengalami panas berlebih."

Untuk mengurangi risiko kerusakan dan pemborosan energi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Cabut charger dari stopkontak setelah selesai digunakan.
  • Gunakan smart plug atau sakelar dengan timer otomatis jika sering lupa mencabut charger.
  • Selalu gunakan charger asli atau yang memiliki sertifikasi keamanan yang baik.
  • Hindari mengisi daya di atas kasur, bantal, atau permukaan yang mudah menahan panas.
  • Letakkan ponsel di permukaan yang keras dan memiliki sirkulasi udara baik saat proses pengisian daya.

Meski konsumsi listrik charger yang menganggur tergolong kecil, mencabut charger setelah digunakan tetap merupakan kebiasaan yang lebih aman, lebih hemat energi, dan dapat membantu memperpanjang umur pakai perangkat pengisian daya Anda.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com