- Pemuda.ai meluncurkan platform dan asisten AI bernama Asmuni di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- CEO Djoko Setyanto menyatakan platform tersebut menyediakan empat layanan untuk mendukung kreator, UMKM, pendidik, dan pengembang lokal.
- Peluncuran ini mendemonstrasikan produksi video bertema Sumpah Pemuda menggunakan ekosistem teknologi AI buatan lokal tersebut.
“Kehadiran Asmuni bukan sekadar peluncuran asisten AI biasa, melainkan sebuah bentuk semangat nyata bahwa talenta lokal Indonesia siap melesat lebih jauh dengan dukungan teknologi modern yang dirancang khusus sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Edi.
Produksi Video Jadi Demonstrasi Pemanfaatan AI
Dalam peluncuran tersebut, Pemuda.ai menampilkan video remake Sumpah Pemuda yang menurut perusahaan diproduksi dengan memanfaatkan Pemuda Studio dan mesin AI dalam ekosistemnya.
Proses pengerjaan video mencakup pembuatan visual, produksi video, hingga aransemen musik pendukung. Demonstrasi ini memperlihatkan pemanfaatan AI dalam beberapa tahap produksi audiovisual, dari pengembangan konsep hingga penyusunan hasil akhir.
Acara tersebut juga melibatkan musisi, rapper, penulis lagu, dan produser musik Joshua Matulessy atau JFlow. Ia menciptakan lagu berjudul “Pemoeda” yang ditetapkan sebagai lagu tema peluncuran platform.
Dalam industri kreatif, teknologi AI dapat membantu mempercepat eksplorasi ide dan pembuatan materi visual. Namun, kualitas karya tetap dipengaruhi oleh kemampuan alat yang digunakan, arahan kreatif, serta proses penyuntingan.
Karena itu, penerapan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan konten, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat masuk ke alur kerja kreator secara efektif.
Bidik Komunitas Kreator dan Pengembang Lokal
Ke depan, Prominence Group dan Pemuda.ai menyiapkan peta jalan pengembangan untuk sektor ekonomi kreatif. Fokusnya mencakup pengembangan komunitas, pekerja lepas, rumah produksi, dan pengembang lokal.
Perusahaan juga menargetkan agar karya serta ekosistem pengembang Indonesia dapat menjangkau pasar global.
Sebelum peluncuran, Prominence Group turut menandatangani nota kesepahaman dengan Onno Center, organisasi yang bergerak dalam pengembangan dan literasi teknologi.
Pengembangan AI lokal di industri kreatif masih menghadapi tantangan, mulai dari kualitas keluaran, kemudahan penggunaan, hingga kemampuan bersaing dengan berbagai platform global.
Relevansi fitur dan manfaat nyata bagi pengguna akan menjadi faktor penting untuk mendorong adopsi teknologi tersebut.