Suara.com - Keberadaan Sekolah Taruna Papua di Timika menjadi oase bagi anak-anak usia sekolah yang selama ini hidup dalam keterbatasan di kawasan terpencil di sekitar pertambangan PT Freeport Indonesia. Sekolah berpola asrama ini menampung pelajar dari keluarga kurang mampu yang mewakili 7 suku yang menaungi wilayah kontrak kerja PT Freeport Indonesia dan mendapatkan sejumlah fasilitas pendidikan secara gratis. Sekolah Taruna Papua dibangun oleh PT Freeport Indonesia yang bermitra dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro ( LPMAK ) dalam upaya peningkatan pendidikan anak di Papua.
Upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia masyarakat lokal yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia juga berlanjut dengan didirikannya Institut Pertambangan Nemangkawi. Institut Pertambangan Nemangkawi dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas berupa simulator serta area simulasi tambang bawah tanah seiring dengan bentuk pendidikan aplikatif yang diterapkan agar bisa mencetak tenaga kerja berkeahlian pertambangan.
Bagaimana program-program pengembangan masyarakat ini berjalan dan seperti apa tantangan yang dihadapi? Simak dalam video berikut.
[ Producer & Videografer: Jane Anthrani & Dendi Afriyan ]
[ Video Editor: Matheust Pradhana ]
Tag
Berita Terkait
-
Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?
-
Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru
-
Dibuka Kesempatan Buat Mahasiswa Belajar Fashion Langsung di Kota Mode Dunia
-
Panduan Lengkap Susunan Upacara Hari Pramuka di Sekolah, Tertib dan Khidmat!
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula
-
BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan