Suara.com - Keberadaan Sekolah Taruna Papua di Timika menjadi oase bagi anak-anak usia sekolah yang selama ini hidup dalam keterbatasan di kawasan terpencil di sekitar pertambangan PT Freeport Indonesia. Sekolah berpola asrama ini menampung pelajar dari keluarga kurang mampu yang mewakili 7 suku yang menaungi wilayah kontrak kerja PT Freeport Indonesia dan mendapatkan sejumlah fasilitas pendidikan secara gratis. Sekolah Taruna Papua dibangun oleh PT Freeport Indonesia yang bermitra dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro ( LPMAK ) dalam upaya peningkatan pendidikan anak di Papua.
Upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia masyarakat lokal yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia juga berlanjut dengan didirikannya Institut Pertambangan Nemangkawi. Institut Pertambangan Nemangkawi dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas berupa simulator serta area simulasi tambang bawah tanah seiring dengan bentuk pendidikan aplikatif yang diterapkan agar bisa mencetak tenaga kerja berkeahlian pertambangan.
Bagaimana program-program pengembangan masyarakat ini berjalan dan seperti apa tantangan yang dihadapi? Simak dalam video berikut.
[ Producer & Videografer: Jane Anthrani & Dendi Afriyan ]
[ Video Editor: Matheust Pradhana ]
Tag
Berita Terkait
-
Stadion Lukas Enembe Ditutup Sementara Pascakerusuhan
-
Bikin Syok! Anggaran Bingkai Foto Prabowo dan Gibran Untuk Sekolah Rakyat Tembus Rp4,14 Miliar
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gibran Terdiam Saat Dengar Jawaban Santri di Jombang: Wah Kayak Debat Capres
-
Amien Rais Muncul Lagi, Kini Beri Kode Isu Menko Sulit Bertemu Presiden
-
Kondisi Terkini Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara yang Bongkar Kasus Ferdy Sambo
-
Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta, Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral
-
Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman
-
Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus
-
Tuai Kritik! Viral Ketua DPRD Kepri Santai Naik Moge Tanpa Helm di Batam
-
Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung Pasca Persib Bungkam Persija 2-1
-
Polisi Amankan 321 WNA dari Penggerebekan Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar
-
Beda dari Negara Lain, Nonton Konser Westlife di Jakarta Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif