Suara.com - Sebagai negara mayoritas muslim, wisata halal jadi pilihan wisata bagi banyak masyarakat Indonesia, terlebih bagi kelompok wisatawan yang sudah berkeluarga.
Co Founder Cheria Halal Network, Ananto Pratikno, mengatakan, biasanya kalau sudah umroh tapi belum bisa berangkat haji, keluarga Indonesia lebih memilih melakukan perjalanan wisata halal.
"Wisata halal menjadi pilihan karena dianggap aman untuk keluarga. Tujuan wisatanya jelas, karena tidak akan ke tempat-tempat yang banyak perempuan seksi, aman juga bagi anak-anak," ucap Ananto kepada Suara.com saat ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.
Sebagai penyelenggara wisata halal, Ananto mencatat ada top 10 hot selling paket wisata halal yang menjadi tujuan paling banyak dipilih keluarga Indonesia. Ini dia:
STM
"Singapore, Thailand, dan Malaysia. Kami menyebutnya STM. Biasanya itu early tourist atau orang-orang yang baru pertama kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Paket ini menjadi favorit karena ada 12 flight yang bisa direct penerbangan ke Singapura dan Kuala Lumpur."
Korea Selatan
"Kalau Korea, alasannya benar-benar hanya karena K-POP. Emak-emak yang berkunjung ke Korea Selatan disuguhkan dengan wisata yang ada di serial Korea, Nami Island. Kalau mama-mama muda disuguhkan dengan segala hal berbau Siwon. Kalau yang remaja, sudah pasti Black-Pink."
Hongkong
"Kalau ke Hongkong, destinasi yang wajibnya ada Shezhen dan Makau."
Saudi Arabia
"Umroh. Kalau sudah keliling-keliling Asia, kemudian umroh. Biasanya ini sampai berkali-kali."
Turki
Turki, murni karena menawarkan kejayaan Islam. Biasanya di sana wisatawan akan belajar tentang sejarah Islam. Tempat wisatanya ada Blue Mosque, Museum Topkapi, dan Hagia Sophia."
Mesir, Aqso, Jordan (Jejak Nabi)
"Wisata jejak nabi biasanya dilakukan oleh wisatawan berusia 40 tahun ke atas. Karena perintah agama mewajibkan mengunjungi 3 masjid. Salah satunya, Masjidil Aqso. Lalu ke Jordan dan Mesir."
Eropa Barat
"Kalau sudah keliling Asia, umroh sudah berkali-kali, dan sudah ke Turki, biasanya yang dijajal selanjutnya adalah kawasan Eropa Barat. Tapi, wisatawan minta makanan yang pasti halal. Diawali degan mendarat di Milan, lalu ke Swiss, Jerman, Belanda, Begia, lalu mengakhiri perjalanan di Paris."
Jepang
"Jepang sebenarnya banyak diminati oleh solo traveler. Tapi yang bersama keluarga juga ada."
Bejing
"Terakhir Beijing. Permintaannya masih sedikit. Biasanya yang memilih Beijing adalah yang sudah jalan-jalan kemana-kemana, kemudian ingin mencari destinasi yang baru, maka dipilihlah Beijing.
Video Editor: Dewi Yuliantini
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar
-
Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik
-
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
-
IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
-
Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan