Suara.com - Ahmadreza Djalali, dokter berkebangsaan Iran-Swedia, empat tahun lalu ditangkap oleh badan intelijen Iran dengan tuduhan sebagai mata-mata.
Kini, ia menanti vonis hukuman mati dengan dakwaan membocorkan informasi mengenai nuklir kepada pihak Israel. Pengacaranya menyebut, pengakuan bersalah Djalali dibuat di bawah paksaan.
Ahmadreza adalah spesialis di bidang kedokteran emergensi. Dia sering berkunjung ke Iran untuk mengadakan berbagai seminar mengenai pertolongan bencana dan kegawatdaruratan.
Vida Mehrannia, istri Ahmadreza, kini tengah mengkampanyekan tuntutan bebas untuk suaminya.
Vida menganggap suaminya hanya dikorbankan untuk kepentingan Uni Eropa dan Iran, karena selama ini banyak warga negara asing dan warga berkebangsaan ganda yang digunakan sebagai bahan pertukaran dengan pesakitan berkebangsaan Iran di negara lain.
Berita Terkait
-
15 Jam Jalan Membuka Mata: Potret Ketimpangan Layanan Kesehatan Indonesia
-
Panglima Pakistan Temui Iran Bahas Selat Hormuz, Apa Isi Pembicaraan Mereka?
-
Giliran China Diancam-ancam Donald Trump Gara-gara Iran
-
Sanksi Ekonomi AS Cengkeram 5 Sektor Vital Iran Demi Lumpuhkan Jalur Keuangan
-
Bagaimana Strategi Sanksi AS ke Iran Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia?
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna