Video / News
Senin, 06 Juni 2022 | 09:00 WIB

Suara.com - 20 tahun lalu ketika Khabar Lahariya berdiri, dunia jurnalistik di India yang identik dengan maskulinitas ketar-ketir dan tidak mengakui karya jurnalistik media itu yang ditulis oleh para perempuan.

Lewat selembar koran, Khabar Lahiriya dicetak dan diedarkan oleh para perempuan, meliput berita yang benar-benar dibutuhkan oleh banyak orang dan luput dari pemberitaan media mainstream.

Meera Devi, redaktur pelaksana media itu menceritakan, pada awal dia bergabung dengan Khabar Lahariya, seseorang menanyakan identitas kewartawanannya. "Saya menunjukkan koran kami kala itu, dia langsung menginjak koran itu," katanya. Peristiwa itu tidak pernah ia lupakan.

Para awak media itu berasal dari berbagai macam latar belakang dan tak sedikit juga pernah mengalami kekerasan pada pernikahan usia dini.

Load More