Suara.com - Pada 2 September 2021, sebuah kejadian yang kemudian hari dikenal sebagai Peristiwa Kisor terjadi di pelosok Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Kelompok milisi pro-kemerdekaan Papua menyerang Pos Koramil di Kampung Kisor, Maybrat dan menyebabkan setidaknya empat personel TNI tewas.
TNI merespons insiden tersebut dengan menerjunkan pasukannya ke kampung-kampung di penjuru Kabupaten Maybrat. Sejak itu, kehidupan di Maybrat berubah secara drastis. Masyarakat yang tadinya hidup damai, akhirnya memilih angkat kaki dari rumah-rumah mereka akibat ekskalasi konflik yang makin tak terbendung.
Mereka mengaku tidak bisa terus-menerus menjalani keseharian di kampung dengan penuh ancaman dan rasa takut. Kini, dua tahun setelah peristiwa tersebut terjadi, ribuan warga Maybrat masih belum bisa kembali ke rumah-rumah mereka. Sudah dua tahun belakangan mereka merayakan Natal dalam sunyi dari tempat-tempat pengungsian yang tersebar ratusan kilometer jauhnya dari kampung-kampung mereka.
Bisakah mereka merayakan Natal tahun ini dengan penuh kedamaian di rumah mereka?
Berita Terkait
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam
-
Ketika Peluh TNI Membasuh Dahaga Warga Pulomerak Cilegon
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir
-
Terpopuler: Raffi Ahmad Sudah Haji Berapa Kali? Daftar Rekrutmen Bintara TNI AU
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
IDAI Peringatkan BGN terkait Risiko Susu Formula di Program MBG
-
Jawaban PK Entertainment soal Konser BIGBANG dari Kode Kuning dan Tiga Garis Hitam
-
Petani Punk Gunungkidul: Dari Jalanan Menuju Ketahanan Pangan Lokal
-
Chef Juna Kritik Karyawan Izin Mendadak karena Anak Sakit, Singgung SDM Indonesia
-
PDIP Usul Gibran Rakabuming Berkantor di IKN, PSI: Harusnya yang Didesak Itu Prabowo!
-
Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu
-
Menlu Sugiono Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Prabowo Izin Ngopi saat Pidato di DPR: Supaya Gak Ngantuk, Gerindra Ada Yang Tidur?
-
IDAI Kritik Susu Formula di Program MBG, Pangan Lokal Lebih Efektif
-
Dana Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Pengelola MBG, Rawan Praktik Korupsi