Suara.com - Benda menyerupai token dapat menyalakan keran air saat dimasukkan ke dalam mesin di sumur bersama di Uganda. Ide ini dicetuskan oleh Insinyur Perangkat Lunak Ssebina Abdusalam.
Cara kerjanya adalah dengan mengisi token yang telah ditentukan, lalu katup internal sumur akan terbuka dan warga bisa mendapatkan air. Dengan biaya sekitar satu dolar Amerika Serikat, warga sudah bisa menimba air untuk kebutuhan sehari-harinya. Dengan sistem seperti ini, warga lebih menghargai air karena terdapat nilai dari setiap jeriken yang mereka bawa.
Warga mendapat dampak psikologis penting dari sistem tersebut. Sistem pembayaran untuk mengambil air ini juga memastikan adanya keadilan dan transparansi. Apa yang menjadi alasan warga rela merogoh kocek untuk mengambil air? Lalu apakah sistem terebut dapat menyelamatkan warga dari krisis air bersih?
Berita Terkait
-
Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token
-
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
-
12 Hari Hilang, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas dalam Sumur Berisi Kobra Jawa
-
Token Kripto Berbasis Industri Hiburan SHOW Listing di RI, Gimana Prospeknya
-
Minat Investor pada Aset Saham AS Tertokenisasi Melonjak, ETF Jadi Primadona
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja