Suara.com - Pandji Pragiwaksono Kasih Alasan Mudah Kenapa Mengkritik Kepala Negara Jadi Sebuah Keharusan Pandji Pragiwaksono dikenal sebagai salah satu publik figur yang sering mengkritik presiden.
Sudah sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pandji mengkritik kebijakan-kebijakan yang menurutnya kontroversial. "Dari 2011 gue mulai mengkritik presiden," ungkap Pandji Pragiwaksono di kanal YouTube pribadinya, Rabu (15/1/2025).
Mengkritik presiden, bukan berarti tidak suka dengan sosok yang ada di balik jabatan tersebut. Yang dijadikan sasaran kritik adalah cara sang pengemban jabatan menjalankan tugasnya dalam menyusun kebijakan.
"Jadi, mengkritik Pak Prabowo bukan berarti mengkritik Prabowo Subianto-nya. Tapi mengkritik Presiden Republik Indonesia," jelas Pandji Pragiwaksono.
Bahkan, setiap warga negara harus berani menyuarakan kritik ke presiden. Alasan paling sederhana menurut versi Pandji Pragiwaksono, masyarakat berhak mengkritik karena pungutan pajak pemerintah yang setiap hari dilakukan.
VO/Video Editor: Yafia/Salma
Berita Terkait
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres
-
Guru Besar UGM Semprot Kenaikan Tukin TNI-Kemenhan: Pemerintah Pesta, Rakyat Cuci Piring
-
Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan