Suara.com - Rafa, anak berusia 11 tahun di Pekalongan, meninggal dunia pada Minggu (20/07) setelah digigit ular weling beberapa pekan sebelumnya. Dalam waktu berdekatan, seorang warga di Subang, Jawa Barat juga meninggal diduga karena gigitan ular.
Setidaknya ada lebih dari 135.000 kasus gigitan ular di Indonesia setiap tahunnya. Sepuluh persen di antaranya berakhir dengan kematian, menurut data yang dicatat oleh Dokter Tri Maharani. Dokter Tri Maharani adalah satu-satunya dokter ahli toksinologi di Indonesia.
Menurutnya, kasus gigitan ular belum menjadi prioritas dalam pelayanan medis di Indonesia meski jumlahnya tergolong tinggi. "Datanya kacau balau di sini, karena ada pasien gigitan ular yang berobat ke dukun, atau meninggal di rumah, tidak tercatat, itu banyak. Dalam kondisi begini, data kita tidak valid," kata dokter Tri Maharani, satu-satunya dokter di Indonesia yang punya keahlian di bidang racun bisa ular.
Pada 2010, dokter Tri Maharani kedatangan pasien, juga dengan keluhan gigitan gigitan ular berbisa. Menghadapi situasi itu, sebagai dokter biasa, dia akhirnya tersadar dan menerima kenyataan bahwa ilmunya mengenai keracunan bisa ular itu belum cukup. Dia tak bisa berbuat banyak.
Nyawa pasien melayang sebab bisa sudah telanjur kemana-mana. Peristiwa itulah yang melecut dokter Tri untuk mulai mendalami ilmu tentang racun atau toksinologi yang dihasilkan oleh ular, hewan liar, atau tumbuhan lainnya. Dia mengambil berbagai kursus dan sekolah lanjutan di luar negeri, memakai biaya pribadi, untuk memahami bagaimana tata laksana yang benar pada penanganan pasien dengan kasus gigitan ular berbisa serta racun hewan dan tumbuhan lainnya.
Pulang dari Belgia pada 2012, Maharani berkeliling ke nyaris seluruh wilayah Indonesia. Dia menangani pasien, bekerja sama sama, berbicara, dan mengajari banyak tenaga medis dan instansi kegawatdaruratan untuk menangani pasien dengan kasus bisa ular.
"Ternyata masalahnya kompleks, pertama karena literasi bangsa kita yang kurang, dan kasus keracunan ini belum menjadi prioritas," kata Maharani.
Karena itulah dia juga memperluas kampanyenya dengan menyambangi komunitas-komunitas. Di dunia, hanya ada 53 dokter dengan keahlian pada bidang emergency medicine, khususnya subspesialis toksinologi yang mampu menangani kasus bisa ular atau gigitan hewan berbahaya lainnya. Dokter Tri Maharani adalah salah seorang di antaranya dan satu-satunya pakar di Indonesia yang mendalami rumpun kesehatan tersebut.
Berita Terkait
-
Arus Balik H+3, Pemudik Motor Mulai Serbu Jalur Pantura Menuju Jakarta
-
Korupsi 'Level Baru', Kasus Fadia Arafiq Bongkar Modus Canggih Pejabat Raup Duit Negara
-
Sosok 2 Anak Fadia Arafiq yang Diduga Terlibat Korupsi, Jadi Direktur Dadakan Tilap Miliaran
-
KPK Bakal Periksa Suami dan Anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
-
MAKI: KPK Perlu Terapkan Pasal TPPU untuk Jerat Suami dan Anak Fadia Arafiq
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf
-
Jadi Tahanan Rumah dan Tak Diborgol, Intip Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas
-
Angelina Jolie Bagikan Surat dari Perempuan di Gaza, Ingin Dunia Tak Lepaskan Perhatian
-
Netanyahu Sentil Trump soal Iran, Hubungan AS-Israel Memanas
-
Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik
-
Kebijakan WFA ASN Pasca Lebaran Resmi Diberlakukan, Absen Daring Diperketat
-
Fenomena Panic Buying BBM di Kalbar, Mendagri Jelaskan Penyebabnya
-
Mendagri Sebut WFH Sehari Sepekan Tak Masalah, Tinggal Tunggu Arahan Presiden
-
Jumlah Pemudik Naik Signifikan, Angkutan Umum Makin Ramai
-
Pramono Anung Terapkan WFA ASN, Ini Ketentuannya