Video / News
Senin, 18 Mei 2026 | 18:20 WIB

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang melemah hingga menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS mulai memicu kekhawatiran terhadap harga kebutuhan pokok sehari-hari.

Kondisi ini disebut dipengaruhi tekanan global dan domestik, termasuk dampak konflik Timur Tengah terhadap perekonomian.

Pelemahan rupiah disebut berdampak pada kenaikan harga pangan impor seperti gandum dan kedelai.

Situasi tersebut berpotensi memengaruhi harga produk turunan seperti tahu, tempe, roti, hingga mi instan di pasaran.

Selain itu, biaya logistik dan produksi juga ikut terdorong naik sehingga memberi tekanan pada pelaku UMKM dan daya beli masyarakat.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai, bawang, dan beras disebut semakin menambah beban kebutuhan rumah tangga.

Load More