Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa lonjakan harga minyak dunia yang saat ini telah menembus angka 108 dolar AS per barel akan memberikan tekanan bagi keuangan negara, terutama terhadap alokasi anggaran subsidi energi yang melampaui asumsi makro APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.
"Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan. Ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta.
Namun demikian, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, langkah itu diambil guna menjaga daya beli masyarakat golongan menengah ke bawah.