Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merangkap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia,menyampaikan laporan strategis sektor energi dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Negara, Jakarta, pada 21 Oktober 2026.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menegaskan bahwa stok BBM dan LPG nasional berada dalam kondisi sangat aman di atas standar minimum, di mana Pertalite mencukupi untuk 16 hingga 18 hari dan LPG aman hingga 13 hari ke depan.
Mengklarifikasi isu kelangkaan di Bali, Bahlil menyebut hal itu murni dipicu oleh keterlambatan distribusi kapal logistik dari Jawa Timur akibat kendala cuaca, bukan karena kekosongan stok nasional.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo tetap meradang dan secara tegas memerintahkan Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Danantara, serta jajaran BUMN terkait untuk segera memeriksa dan mengaudit ulang seluruh kontrak distribusi energi.
Kepala Negara menekankan agar evaluasi mendalam ini dilakukan secara serius demi memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Pemerintah juga terus mengantisipasi gangguan rantai pasok akibat pendangkalan sungai di berbagai wilayah seperti Kalimantan dan Papua dengan mengalihkan jalur distribusi via darat.
Creative/Video Editor: Aqilah/Evan