Suara.com - Aktris Vanesha Prescilla telah aktif berkarier di industri entertainment sejak usianya 14 tahun. Memulai perjalanannya sebagai model Gadis Sampul, Vanesha lalu terjun ke dunia seni peran secara tidak sengaja.
Nama Vanesha Prescilla kemudian melejit saat dia bermain sebagai Milea dalam film Dilan 1990 bersama Iqbaal Ramadhan yang tayang 2018.
Vanesha Prescilla berperan sebagai Milea dalam tiga trilogi film Dilan. Saking ikoniknya, karakter Milea bahkan masih melekat pada Vanesha sampai sekarang.
Usai trilogi Dilan, Vanesha Prescilla ramai digaet sebagai model video klip. Baik musisi solo maupun grup band, ingin Vanesha menjadi pemeran dari video klip lagu mereka.
Sayangnya, film Backstage yang diperankan Vanesha Prescilla pada 2021 lalu menjadi proyek terakhir sang aktris sebelum memutuskan vakum bertahun-tahun.
Rupanya, aktris 25 tahun tersebut sempat mengalami gejolak batin hingga dia memutuskan rehat sejenak dari industri entertainment.
Lantas bagaimana kisah perjalanan karier Vanesha Prescilla yang sempat vakum bertahun-tahun hingga kini telah resmi comeback? Berikut hasil wawancaranya bersama Suara.com.
Bagaimana cerita awal perjalananan kamu di industri hiburan?
Waktu itu aku bisa bilang ini dapat kesempatan sih, yang sangat besar. Aku awalnya tidak.. Bukan aku bilang enggak mau atau enggak tertarik, cuma belum kepikiran mau ke arah entertainment.
Baca Juga: Masuk Top 5 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Jumbo Geser Dilan 1990 dan Pengabdi Setan 2
Dan waktu itu tiba-tiba muncul ada kesempatan yang besar dan di saat itu lagi mau mencoba. Akhirnya aku coba (main film) dan ternyata hasilnya bagus dan banyak yang suka.
Sebelumnya main film tuh aku sempat jadi Gadis Sampul, karena memang aku pengin jadi model waktu itu. Umur 14-15an itu gadis sampul itu.
Memulai karier di usia muda, kamu sempat mengalami gejolak batin enggak, sih?
Saat itu sih aku bisa bilang enggak, karena di umur segitu pada saat itu masih meraba-raba aja. Justru yang berasa pada saat aku mulai dewasa.
Mungkin ini banyak dialami sama orang juga ya, enggak selalu yang ada di industri entertainment. Karena teman-temanku yang bekerja setelah lulus SMA dan lain-lain, mereka juga punya problem yang sama.
Bisa kita bilang quarter life crisis itu di aku umur 19-20an mungkin.
Itu aku merasa kosong yang aku tuh kayak ada gap besar yang harus aku isi dari apa yang aku penginin. Jadi kayak seakan-akan aku merasa aku enggak tahu tempat aku di mana, aku harusnya di mana. Karena aku harusnya ngapain itu aku enggak tahu.
Sebenarnya rasa-rasa kayak gitu bukan dimunculkan karena aku main film ya. Memang manusiawi aja semua orang akan merasakan hal itu.
Lalu apa yang kamu lakukan saat tengah mengalami gejolak batin tersebut?
Jadinya aku harus eksplor banyak hal untuk tahu aku sebenarnya maunya apa. Dan tempatku di mana.
Jadi kalau film itu memang waktu itu aku pengin me time aja sih. Pengin me time dan mengeksplor apa yang aku mau.
(Yang dikakukan saat me time) banyak sih. Sebenarnya aku enggak nge-planning bahwa aku harus melakukan ini, melakukan itu. Mencari tahu lebih dalam apa segala macam.
Menurut aku kalau kayak gitu, kalau terlalu di plan, nanti yang ada bikin aku pusing dan stres sendiri. Jadi aku benar-benar hidup aja, menjalankan hidup, just go with the flow.
Aku juga menemukan diri aku untuk bertemu sama kesempatan-kesempatan atau (menyiapkan diri) masalah-masalah yang nantinya aku harus cari solusinya sendiri.
Sekarang kamu sudah resmi comeback, apa yang kamu rasakan saat main film lagi?
Karena aku sudah lama enggak main film selama mungkin tiga tahunan, dan kembali ke film yang menurut aku ceritanya sangat bagus. Dan environment-nya sangat baik, semuanya support. Terus syutingnya sangat seru dan lancar.
Terus ketemu sama Bryan yang ternyata sangat baik untuk menjadi lawan main, dan ketemu teman-teman yang lain. Itu aku sangat happy sih.
Jadi bisa dibilang, penampilan kamu di sini merupakan penampilan kamu yang paling prima?
Semoga, itu aku tidak bisa menilai sendiri, cuma I did my best. Dan semoga rasanya sampai sih nanti ke yang nonton.
Setelah comeback, apa rencana kamu selanjutnya untuk karier kamu? Apa ada rencana mencoba bekerja di balik layar?
Sempat tuh. Aku sempat kemarin karena di lokasi syuting. Mas Ronny (sutradara) itu sangat hangat sebagai director. Kadi aku tidak merasa terintimidasi sama mas Rony. Diajak ngobrol sangat enak dan banyak ilmu yang dibagi dari Mas Ronny.
Dan waktu ngelihat proses syuting tuh aku senang aja ngelihat semuanya tuh punya job desk-nya masing-masing. Dan ada keinginan untuk 'pengin deh coba di balik layar gitu'.
Jadi apapun aja gitu. Entah itu jadi orang sound lah, kamera lah. Enggak harus jadi director karena menurut aku jadi director itu perlu ilmu yang sangat luas dan tanggung jawab yang sangat besar kan.
Jadi ya pengin coba di balik layar. Cuma ya we'll see (kita lihat nanti) lah.
Pertanyaan terakhir, peran apa yang paling ingin kamu mainkan dalam waktu dekat?
Aku tuh pengin banget main film romantis komedi. Tapi aku enggak lucu. Tapi aku suka nonton film romantis komedi. Kayak chick flick di luar gitu kan. Cuma aku enggak lucu, itu sih.
Berita Terkait
-
Ngarep Bisa Main Film Komedi Romantis, Vanesha Prescilla Sadar Diri: Tapi Aku Gak Lucu
-
Jadi Artis Sejak Remaja, Vanesha Prescilla Sempat Alami Gejolak Batin Hingga Harus Vakum 4 Tahun
-
Baru Comeback Usai Vakum 4 Tahun, Vanesha Prescilla Langsung Kepikiran Bekerja di Belakang Layar
-
Rahasia Akting Memukau Vanesha Prescilla dan Asha Assuncao Dibongkar! Siapa Rukman Rosadi?
-
Keseruan Vanesha Prescilla dan Asha Assuncao Dilatih Akting oleh Rukman Rosadi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anhar Sudrajat, Lihai Membaca Masa Depan Kunci Sukses Metland
-
Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...
-
Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia
-
Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!
-
Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia
-
Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z
-
Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban
-
Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital
-
Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down
-
Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam