/
Kamis, 04 Agustus 2022 | 16:20 WIB
Ilustrasi pria "rental" di Jogja. Seorang pria "rental" di Jogja bernama Rey mengisahkan perjalanan dirinya dalam melayani klien yang kebanyakan mahasiswi dengan tarif minimal Rp.20 ribu. (pixabay/MabelAmber)

SuaraBandung.id - Hal menarik ketika membahas soal kebaradaan pria "rental" di Jogja. Banyak cerita tentang pekerjaan yang banyak digeluti mahasiswa. Dalihnya jelas, mahasiswa yang terjun ke bisnis ini adalah untuk mendapatkan uang dan kesenangan.

Untuk lebih mengetahui sisi lain dari pria "rental", berikut adalah hasil wawancara tim suara.com bersama satu di antara mahasiswa yang sudah empat bulan menjalani pekerjaan sebagai pria "rental".

Sebut saja mahasiswa pria "rental" ini bernama Rey. Umurnya sekitar 24 tahun, dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi ternama di Jogja.

Rey ternyata sudah empat bulan terakhir menggeluti pekerjaan sebagai pria "rental". Secara pribadi Rey menjadi pria "rental" hanya untuk menambah pemasukan dari para perentalnya.

Dalam menggeluti pekerjaan sebagai pria "rental", Rey mengaku terinspirasi jasa serupa yang ada di Jepang.

"Aku sempat liat di timeline YouTube tentang sisi unik Jepang nah di dalam video itu ada jasa seperti ini jasa rental pria, girlfriends dan keluarga, family romance kalo ga salah namanya," ucapnya saat ditemui belum lama ini seperti dikutip dari SuaraJogja.id pada Kamis, Agustus 2022.

Rey lantas memberi penjelasan soal cara kerja dari pria "rental". Dia menampik jika pria "rental" berbicara soal jasa "begituan". 

Sebagaimana kiblat pria "rental" di Jepang, dirinya hanya disewa untuk menemani ngobrol si perentalnya.

Jika sudah terikat kontrak, pria "rental" bisa melayani klien sebagai teman ngobrol, curhat, menemani nonton bioskop hingga kondangan.

Baca Juga: Hikmah Dari Rasa Kecewa

Bahkan Rey menyebut, dirinya sangat menghindari pada semua hal yang menjurus ke hubungan ranjang.

"Prinsipnya kami membatasi dan menghindari ke hal-hal yang menjurus ke arah yang lebih personal. Kami pun dilarang baper," terangnya.

Usaha pria "rental" yang digeluti Rey sudah cukup pesat. Rey mengelola pria "rental" yang bisa didrop ke beberapa kota seperti Solo hingga Jakarta.

Untuk mendapatkan klien, memanfaatkan platform sosial media hingga promosi melalui pamflet. Ia menyediakan jasa rental secara online maupun offline.

"Waktu awal aku jalan sendiri, tapi seiring waktu aku merekrut partner ada yang tugasnya jadi admin untuk handel promosi dan juga melayani tanya jawab klien dan juga ada yang juga jadi seperti aku melayani rental," bebernya.

Rey mengungkapkan sejak membuka jasa rental pria tersebut, rerata melayani 7-10 klien dalam sepekan. Jumlah tersebut bisa berlipat saat akhir pekan.

Load More