News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 17:22 WIB
Aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026), diwarnai aksi simbolik berupa pengiriman karangan bunga berisi kritik keras terhadap DPR RI dan Prabowo-Gibran. [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • BEM SI Kerakyatan Jakarta melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Senin, 15 Juni 2026.
  • Peserta aksi mengirimkan karangan bunga sindiran sebagai bentuk kritik keras terhadap kinerja DPR dan pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Massa menuntut pemerintah mundur, menurunkan harga BBM, menyediakan pendidikan gratis, serta mengevaluasi program makan bergizi secara total.

Suara.com - Aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026), diwarnai aksi simbolik berupa pengiriman karangan bunga. Pesannya, berisi kritik keras terhadap DPR RI dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pantauan Suara.com di lokasi, dua karangan bunga tersebut dipajang di area depan kompleks parlemen. 

Salah satu karangan bunga bertuliskan: "Selamat atas gagalnya kinerja DPR RI." Sementara karangan bunga lainnya menyasar pemerintahan saat ini dengan tulisan: "Selamat atas kegagalan Prabowo-Gibran."

Kedua karangan bunga tersebut diketahui berasal dari BEM SI Kerakyatan Daerah Jakarta.

Tak hanya memasang karangan bunga, massa aksi juga memenuhi pagar Gedung DPR RI dengan berbagai spanduk dan tulisan menggunakan cat semprot yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Polda Metro Jaya menggelar apel gabungan di halaman Gedung DPR RI pada Senin (15/6/2026) pagi (Suara.com/Bagaskara)

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan.

Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Selain itu, massa menuntut pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), serta evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan mekanisme pelaksanaannya guna menjamin efektivitas serta akuntabilitas program tersebut.

Baca Juga: Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

Aksi berlangsung di tengah pengamanan ketat aparat kepolisian yang berjaga di sekitar kompleks parlemen.

Load More