-
Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 kembali mengguncang lepas pantai Mindanao Filipina.
-
Sirene evakuasi segera berbunyi memicu kepanikan warga yang masih mengalami trauma mendalam.
-
Pekan lalu lindu magnitudo 7,8 menewaskan puluhan jiwa dan merusak ribuan rumah.
Suara.com - Pulau Mindanao di Filipina selatan kembali dihantam gempa bumi kuat berjarak tepat seminggu setelah bencana mematikan merenggut puluhan nyawa warga setempat. Lindu susulan ini memaksa masyarakat setempat kembali bersiaga menghadapi potensi ancaman bencana yang belum sepenuhnya mereda.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan getaran kali ini mencapai Magnitudo 6,2. Titik pusat gempa berada di kawasan lepas pantai dengan kedalaman struktural mencapai 112 kilometer.
Meskipun otoritas terkait belum merilis laporan kerusakan fisik maupun korban jiwa, kepanikan sempat melanda area publik.
Sejumlah gedung perkantoran langsung mengaktifkan sirine bahaya untuk mengevakuasi para penghuni ke luar ruangan.
Menurut kesaksian warga, gempa tersebut "kuat tetapi singkat," memicu alarm evakuasi di beberapa bangunan.
Guncangan terbaru ini terasa begitu meneror karena ingatan publik masih tertuju pada petaka seminggu lalu.
Saat itu, gempa berkekuatan raksasa Magnitudo 7,8 meluluhlantakkan wilayah berpenduduk terpadat kedua di Filipina tersebut.
Tragedi pekan lalu itu menelan korban jiwa sedikitnya 61 orang meninggal dunia. Selain itu, sekitar 500 warga terluka dan 20.000 orang terpaksa bermalam di tenda pengungsian.
Eksodus besar-besaran warga ke perbukitan dipicu oleh ketakutan yang mendalam terhadap ancaman gelombang tsunami.
Baca Juga: Bencana dan Ketimpangan Struktural: Menggugat Realitas di Balik Gempa Filipina Selatan
Kekhawatiran itu terbukti saat gelombang setinggi 1,4 meter menyapu pesisir pantai dan menghancurkan enam rumah panggung nelayan.
Dampak rambatan gelombang laut dari gempa besar tersebut bahkan dilaporkan terdeteksi hingga wilayah perairan Indonesia, Palau, dan Jepang.
Pemerintah Filipina kini terus memantau stabilitas infrastruktur pasca rentetan aktivitas seismik yang belum berhenti ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta
-
Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'
-
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
-
Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot
-
Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas
-
Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T
-
Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik
-
DPR Bocorkan 2 Nama Naturalisasi Baru Timnas: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI!
-
Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak
-
CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat