News / Internasional
Senin, 15 Juni 2026 | 17:21 WIB
Gempa bumi Filipina (Google)
Baca 10 detik
  • Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 kembali mengguncang lepas pantai Mindanao Filipina.

  • Sirene evakuasi segera berbunyi memicu kepanikan warga yang masih mengalami trauma mendalam.

  • Pekan lalu lindu magnitudo 7,8 menewaskan puluhan jiwa dan merusak ribuan rumah.

Suara.com - Pulau Mindanao di Filipina selatan kembali dihantam gempa bumi kuat berjarak tepat seminggu setelah bencana mematikan merenggut puluhan nyawa warga setempat. Lindu susulan ini memaksa masyarakat setempat kembali bersiaga menghadapi potensi ancaman bencana yang belum sepenuhnya mereda.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan getaran kali ini mencapai Magnitudo 6,2. Titik pusat gempa berada di kawasan lepas pantai dengan kedalaman struktural mencapai 112 kilometer.

Meskipun otoritas terkait belum merilis laporan kerusakan fisik maupun korban jiwa, kepanikan sempat melanda area publik.

Sejumlah gedung perkantoran langsung mengaktifkan sirine bahaya untuk mengevakuasi para penghuni ke luar ruangan.

Menurut kesaksian warga, gempa tersebut "kuat tetapi singkat," memicu alarm evakuasi di beberapa bangunan.

Guncangan terbaru ini terasa begitu meneror karena ingatan publik masih tertuju pada petaka seminggu lalu.

Saat itu, gempa berkekuatan raksasa Magnitudo 7,8 meluluhlantakkan wilayah berpenduduk terpadat kedua di Filipina tersebut.

Tragedi pekan lalu itu menelan korban jiwa sedikitnya 61 orang meninggal dunia. Selain itu, sekitar 500 warga terluka dan 20.000 orang terpaksa bermalam di tenda pengungsian.

Eksodus besar-besaran warga ke perbukitan dipicu oleh ketakutan yang mendalam terhadap ancaman gelombang tsunami.

Baca Juga: Bencana dan Ketimpangan Struktural: Menggugat Realitas di Balik Gempa Filipina Selatan

Kekhawatiran itu terbukti saat gelombang setinggi 1,4 meter menyapu pesisir pantai dan menghancurkan enam rumah panggung nelayan.

Dampak rambatan gelombang laut dari gempa besar tersebut bahkan dilaporkan terdeteksi hingga wilayah perairan Indonesia, Palau, dan Jepang.

Pemerintah Filipina kini terus memantau stabilitas infrastruktur pasca rentetan aktivitas seismik yang belum berhenti ini.

Load More