/
Rabu, 10 Agustus 2022 | 21:08 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat berpidato di acara peresmian Tower A dan B RSUD dr.Soedarso, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)

SuaraBandung.id - Ada kisah menarik saat kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Kalimantan Barat.

Seorang nelayan memberi pengakuan, jika Jokowi tidak jadi mendapat cinderamata berupa mutiara yang jika diuangkan senilai Rp4,8 miliar.

Nelayan itu mengatakan, mutiara tersebut seharusnya bisa dibawa pulang Presiden Jokowi. Akan tetapi, karena tidak ada yang memfaisilitasi, maka mutiara teresebut tak jadi diberikan.

Secara khusus, nelayan asal Mempawah bernama Edy Purwandi, mengutarakan niatnya menghadiahi mutiara melo oranye.

Mutiara langka tersebut jika ditaksir harganya bernilai miliaran rupiah. Edy mengaku akan memberikan mutiara tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika sedang berkunjung ke Kalimantan Barat.

Namun sayang, niatan Edy mesti kandas karena ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Mempawah untuk meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022) pagi, Edy gagal menemui sang Presiden.

“Saya sangat kagum dan respek kepada bapak Presiden Joko Widodo. Karena itu, mutiara ini rencananya mau saya hadiahkan ke beliau (Jokowi),” ujar Edy pada Selasa (9/8) seperti dikutip dari SuaraKalbar.id.

Edy mengungkapkan mutiara melo oranye yang langka itu diperolehnya ketika memukat udang di perairan Mempawah.

Menurut Edy, mutiara melo oranye ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Ada yang menyebut harganya mencapai Rp 4,8 miliar, karena bentuknya yang indah dan keberadaannya sangat langka.

Baca Juga: Pantesan Banyak Diburu Netizen, Ternyata Polwan Cantik AKP Rita Yuliana Bukan Polisi Sembarangan, Jejak Digital Memang Kejam

“Saya tak ingin main-main untuk kasih cinderamata bagi bapak Presiden. Saya kira, mutiara melo oranye ini sangat tepat untuk beliau,” jelas Edy melansir suarakalbar.co.id jejaring suara.com.

Ditanya soal makna bahwa sebuah hadiah barang berharga yang bisa berarti gratifikasi buat sang presiden, Edy mengaku tidak tahu.

“Tapi saya sangat berharap beliau mau menerima mutiara ini. Saya benar-benar ingin bersalaman dan foto bersama bapak Jokowi,” cetusnya lagi.

Edy mengungkapkan, mutiara melo oranye itu diperoleh Edy saat melaut pada 1 Agustus 2022 lalu.

Saat itu, sebuah kerang besar berwarna indah masuk dalam pukat udang kantong miliknya di perairan Sungai Bakau Besar Laut.

“Saat saya tarik, pukat itu terasa berat. Begitu saya lihat lebih dekat, ternyata ada kerang berwarna oranye bercorak hitam,” katanya.

Load More