- Daya beli masyarakat Indonesia tumbuh, namun perilaku konsumsi tertahan karena meningkatnya tekanan biaya hidup dan ketidakpastian.
- Pertumbuhan konsumsi rumah tangga agregat stabil antara 2023-2025, menunjukkan permintaan domestik masih menopang ekonomi nasional.
- Upah riil pekerja terkontraksi pada paruh kedua 2025 karena inflasi melampaui kenaikan nominal upah.
Suara.com - Daya beli masyarakat Indonesia dinilai masih tumbuh dan terjaga, namun perilaku konsumsi justru semakin tertahan. Masyarakat kini cenderung menahan belanja bukan karena kekurangan uang, melainkan akibat meningkatnya tekanan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi, serta sikap kehati-hatian pascapandemi.
Senior Analyst NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, mengatakan kondisi ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang lebih defensif dalam mengelola keuangan rumah tangga.
"Dari hasil riset yang kami lakukan, daya beli memang ada dan tumbuh, tapi masyarakat kini lebih memilih bersikap defensive. Mereka menahan konsumsi bukan karena tidak punya uang, melainkan lebih memprioritaskan keamanan finansial karena ketidakpastian ekonomi di masa depan,” ujar Sandy dalam keterangannya ditulis Senin (9/2/2026).
Konsumsi rumah tangga secara agregat dinilai memang masih menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Pada periode 2023–2024, pertumbuhan konsumsi tercatat berada di kisaran 4,53 persen hingga 5,22 persen (year on year/yoy), dan bertahan di level 4,98 persen sepanjang 2025.
Menurut Sandy, angka tersebut menandakan bahwa ekonomi domestik belum mengalami pelemahan signifikan dan permintaan dalam negeri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun demikian, tekanan mulai terlihat dari sisi pendapatan masyarakat. Pada paruh kedua 2025, upah riil pekerja mulai terkontraksi seiring kenaikan upah yang tidak lagi mampu mengimbangi inflasi.
Data Agustus 2025 menunjukkan kenaikan upah hanya sebesar 1,94 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi yang mencapai 2,31 persen (yoy).
“Kondisi ini menyebabkan upah riil terkontraksi sekitar -0,37 persen, sebuah sinyal tertekannya daya beli, karena pendapatan tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan harga,” ungkap Sandy.
Tekanan serupa juga tercermin dari Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang dirilis Bank Indonesia. Meskipun masih berada di atas level 100, indeks tersebut melemah cukup tajam pada paruh kedua 2025 sebelum mengalami pemulihan terbatas di akhir tahun.
Baca Juga: POV: Jadi Member ShopeeVIP
“Hal ini mengindikasikan bahwa penghasilan yang dirasakan rumah tangga mulai tergerus oleh kenaikan biaya hidup,” jelasnya.
Sandy menegaskan, tantangan utama ke depan bukan sekadar menjaga konsumsi tetap berjalan, melainkan memastikan pertumbuhan pendapatan riil yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi