/
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:53 WIB
Kolase foto mendiang Brigadir J, Ferdy Sambo, dan istri Putri Candrawathi. (kadibpropam)

SuaraBandung.di - Kejadian di kediaman Ferdy Sambo di Magelang, tak bisa dilepaskan dari kaitan penyiksaan dan pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta pada (8/8/2022).

Pengacara keluarga Brigadir Yoshua atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak memiliki penilaian dan versinya sendiri dalam melihat kasus di Magelang.

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, kenapa Putri Candrawathi menangis di Magelang.

Istri Ferdy Sambo kata Kamaruddin Simanjuntak, menangis setelah terjadi keributan dengan sang suami.

Dari sana kata Kamaruddin Simanjuntak, istri Ferdy Sambo tak kuasa menahan air mata.

"Tanggal 2 (Juli 2022) berangkat mereka bersama-sama ke Magelang," kata Kamaruddin Simanjuntak seperti dilihat dalam acara talkshow 'Kontroversi' pada Senin (15/8/2022).

"Di Magelang terjadi lagi keributan rumah tangga antara si bapak dan si Ibu, diduga bertengkar lagi sampai akhirnya nangis-nangis karena kenapa?" kata Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin Simanjuntak menduga jika ada wanita lain yang disebutnya dengan sebutan Si Cantik, mengadu ke Ferdy Sambo.

"Wanita cantik mengadu ke si Bapak bahwa dia akan mundur dari instansinya, instansi tempat si cantik bekerja," katanya.

Baca Juga: Bagikan Moment Ulang Tahun Rafathar ke-7 di Medsos, Ini Harapan Raffi dan Gigi

Kamaruddin Simanjuntak menduga, hal itulah yang membuat Ferdy Sambo murka hingga bertengkar dengan Putri Candrawathi.

"Nah sehingga membuat si bapak ini emosional, terjadilah di situ pertengkaran, ada yang nangis-nangis," beber Kamaruddin Simanjuntak.

Lantaran adanya keributan itu, Ferdy Sambo memilih pulang terpisah dan lebih dulu meninggalkan istrinya bersama Brigadir J.

Ferdy Sambo dilaporkan pulang lebih dulu bersama ajudannya ke Jakarta menggunakan pesawat.

Saat itu kata Kamaruddin Simanjuntak, Ferdy Sambo pulang ditemani ajudan berinisial D, yang diduga jadi "pembisik" Ferdy Sambo selama ini.

Ferdy Sambo yang lebih dahulu tiba di Jakarta, menunggu kedatangan istri dan rombongan. 

"Besoknya, tanggal 8 mereka balik. Nyampe di Jakarta, tahu-tahu sudah menunggu si bapak (Ferdy Sambo) di rumah," katanya. 

"Padahal harusnya di kantor karena ini jam kantor toh. Harusnya sebagai Kadiv Propam ada di kantor, ternyata sudah menunggu di rumah," ucapnya.

Kemudian, saat semua masuk ke rumah dan selesai membereskan barang-barang, Brigadir J pun diduga disiksa dan ditembak hingga mendapatkan banyak luka di tubuhnya.

"Kemudian diduga disiksa lah ini, dipatah-patahin jari-jarinya, kakinya, tangannya, kemudian bahunya diduga dihajar jadi luka menganga di sana," ucap Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan.

Setelah itu jelas Kamaruddin Simanjuntak, ada rentetan tembakan ke tubuh Brigadir J. 

"Ditembak dari sini (bawah dagu) tembus ke bibir bawah. Ada juga ditembak dari belakang tembus ke hidung depan" katanya.

"Ditembak itu dadanya lurus ke belakang, kemudian ada Luka di sini di lipatan kaki ini sampai ada rembesan darah," ucapnya. 

"Kemudian di kaki sini, kemudian di kaki sini, kemudian di bahu kanan kiri semua banyak kali luka," tuturnya.

"Menurut penerangan karopenmas Polri, dia hanya ditembak lima kali, kena empat. Kenapa lukanya lebih dari 10?," kata Kamaruddin Simanjuntak bertanya seperti dikutip dari kanal Youtube metrotvnews, Minggu, 14 Agustus 2022.

Ada apa di Magelang

Lokasi kebersamaan Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J di Magelang tak luput dari target timsus untuk melakukan penyidikan di sana.

Seperti diketahui jika Ferdy Sambo bersama keluarga serta Bharada E dan Brigadir J bersama-sama pada Kamis (7/8/2022) atau sehari sebelum terjadinya pembunuhan sadis di Duren Tiga Jakarta.

Mereka kabarnya merayakan pesta pernikahan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang.

Dari kediaman Ferdy Sambo di Magelang, kabarnya benih permasalah muncul, hingga akhirnya terjadi penembakan Brigadir J di Duren Tiga pada Jumat, (8/8/2022)

Dikutip dari Suara.com, tim khusus (timsus) bentukan Polri, sedang bertolak ke Magelang untuk melakukan penyidikan kematian Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat. 

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto mengatakan, hal itu dilakukan untuk mendalami penyebab Ferdy Sambo mantan Kadiv Propam Polri memerintahkan ajudan membunuh Brigadir J dengan cara ditembak.

"Tim sedang ke Magelang untuk menelusuri kejadian di sana agar secara utuh kejadian bisa tergambar," kata Agus saat dihubungi wartawan, Minggu (14/8/2022).

Dikatakannya, penyelidikan itu untuk mendalami pengakuan Ferdy Sambo yang menyebut harkat dan martabat istrinya Putri direndahkan Brigadir J.

"Faktor pemicu kejadian sebagaimana diungkapkan Pak FS (Ferdy Sambo)," ujarnya.

Sumber: YouTube metrotvnews | Suara.com

Load More