RH pun menilai, kedekatan Putri Candrawathi dan Brigadir J sangat bias alias tidak jelas.
Dia mengatakan, apakah kesaksian Kuat Ma'ruf melihat keduanya hanya dekat, atau sampai melakukan hubungan seksual.
"Katakanlah dia melihat bahwa J berdekatan dengan PC di sofa dan kemudian di kamar. Ini gak jelas. Pengertian berdekatan itu kan not having sex (tidak berhubungan seksual) tentunya kan," kata Refly Harun.
Jika benar terjadi hubungan seksual antara Brigadir J dan Putri Candrawati, RH mengatakan sangat tidak mungkin Kuat Ma'ruf menegur keduanya secara langsung.
"Karena kalau katakanlah intim seperti itu, gak mungkin Ma'ruf menegur langsung. Dan rasanya tidak mungkin Ma'ruf bisa langsung intervensi seperti itu," jelas RH.
Kuat Ma'ruf dikatakan RH tidak jelas memberi keterangan, apakah kedekatan keduanya di sofa dan di kamar sampai melakukan hal terlarang atau tidak.
"Kita tidak tahu berdekatan duduknya, dia kan tidak bilang pelukan, ciuman, tapi dia bilang berdekatan," sambungnya.
RH bahkan tidak menampik seandainya ada kemungkinan Putri Candrawathi membuat alibi bahwa ada pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadapnya.
Dalam keterangan yang diberikan Kuat Ma'ruf, RH sangat meragukannya dan meminta polisi mempertanyakan soal kesaksian ART di rumah Sambo.
Baca Juga: Tanda Bahaya! Usai Bersenggama Badan Gemetar dan Gelisah, Segera Lakukan 5 Hal Penting Anjuran Ulama
Pasalnya, Ferdy Sambo saat di Magelang tidak menyaksikan langsung perbuatan Putri Candrawathi dan Brigadir J.
Ferdy Sambo kata RH hanya hanya mendengar dari Kuat Ma'ruf tentang adegan di sofa dan kamar.
Jika dari laporan Kuat Ma'ruf, Ferdy Sambo spontan melakukan rencana pembunuha, RH menyebut sangat sadid.
"Apakah iya Ferdy Sambo tiba-tiba tergerak merencanakan pembunuhan (setelah mendengar keterangan Kuat Ma'ruf )?" kata dia.
"Kalau begitu, kejam sekali dia (Ferdy Sambo). Kejam sekali. Baru mendengar isu saja, dia sudah membunuh orang, kejam sekali," tegas Refly Harun.
Lebih dari itu, RH juga mengherankan jika Ferdy Sambo melakukan pembunuhan sampai berkonspirasi dengan para ajudan yang berpangkat jauh lebih rendah dibandingkan dirinya, hanya karena isu dari keterangan Kuat Ma'ruf.
Cara Ferdy Sambo memanggil Bharada E alias Bharada Richard Eliezer dan Bripka RR alias Bripka Ricky Rizal, seolah-olah Brigadir J adalah orang yang jauh lebih kuat darinya.
"Dia kan jenderal, dia tinggal panggil (anak buah) saja. Dia panggil Bharada E, dia panggil ini, semuanya. Kenapa dia harus berkonspirasi seperti akan menghadapi orang yang kuat, atasan, orang yang hebat sehingga harus berkomplot?" ujarnya.
RH sangat yakin, posisi Ferdy Sambo sebagai jenderal dan memiliki jabatan mentereng di Polri tidak mungkin takut menghadapi Brigadir J yang berpangkat jauh di bawahnya.
Dari sana, RH menyebut pembunuhan secara berkomplot yang dilakukan mantan Ketua Satgasus Merah Putih itu merupakan hal yang janggal.
RH tegas mengatakan apa yang dijadikan alasan saat ini tidak dapat dicerna logika.
"Baik motifnya karena suka sama suka, perselingkuhan maupun pelecehan, lalu tiba-tiba kesimpulannya bunuh, luar biasa," tuturnya, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Senin, 15 Agustus 2022.
Berita Terkait
-
Update Kasus Brigadir J, Komnas HAM Temukan Bukti Penting hingga Hasil Tes PCR, Ocehan ART Signifikan
-
Benarkah Ini Pengakuan AKP Rita? Seolah Tahu Siapa Salah dan Benar di Kasus Ferdy Sambo, Akui Ada Hubungan dengan sang Jenderal
-
AKP Rita Akhirnya Muncul Juga? Panjang Lebar Bahas Ferdy Sambo hingga Singgung Soal Keadilan, Ada Satu Kalimat Pendek untuk Brigadir J
-
Diduga AKP Rita Yuliana Beri Klarifikasi, Ungkap Hubungan Bersama Ferdy Sambo, Mengaku Sudah Saling Kenal Dekat
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gameplay Clutch Beredar: Grafis Menawan, Padukan Sensasi 3 Game Balap Ikonis
-
Apakah Liquid Foundation Wardah Tahan Lama? Simak Klaim, Harga, dan Pilihan Shade-nya
-
5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini
-
Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?
-
Deretan Modifikasi Yamaha Grand Filano dan Fazzio yang Curi Perhatian di Bandung
-
Tiga Hal Saja, dan Itu Sudah Lebih Dari Cukup
-
Kenapa Baru Saja Makan Tapi Cepat Lapar Lagi? Bisa Jadi Tanda Kesehatan Bermasalah
-
IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN
-
Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG