SuaraBandung.id - Ada peristiwa besar yang berlangsung beberapa menit sebelum Brigadir J dieksekusi mati.
Peristiwa besar tersebut terjadi di lantai tiga di rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling.
Dalam rapat itu ada lima tersangka, berbicara bagaimana mengeksekusi Brigadir J.
Pengacara baru Bharada E, Ronny Tapaessy mengatakan saat itu kliennya datang yang terakhir lantaran mendapat panggilan dari Bripka RR.
Saat Bharada E tiba di ruang itu, dia melihat Putri Candrawathi sudah menangis. Sementara Ferdy Sambo dalam keadaan marah.
Tangis Putri ini pecah ketika Ferdy Sambo marah dalam rencana pembunuhan Brigadir J.
Kondisi di ruang rapat tersebut diceritakan Ronny Tapaessy dalam wawancara di TV One, Jumat (20/8/2022).
Sang pengacara mengatakan jika rapat di rumah pribadi digelar beberapa jam sebelum eksekusi.
"Proses waktu (rapat) di lantai tiga. Klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan rapat. Di sana sudah ada Ibu PC membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," kata Ronny Tapaessy
Baca Juga: Kasus Brigadir J Rawan, Rocky Gerung Curigai Isu Judi 303 Ferdy Sambo Sengaja Dimunculkan
Diakui Bharada E, saat itu rapat berlangsung sangat singkat. Ronny menyebut, jika dalam rapat itu kliennya tanpa motif.
Bharada E ketika itu tidak bicara sepatah katapun. Dia hanya diam dan menerima perintah eksekusi.
"Jadi perlu saya sampaikan, klien saya (Bharada E) tidak berbicara. Klien saya hanya melihat bahwa ibu PC itu ada di ruangan lantai 3," katanya.
"Pertemuan itu ada Ibu PC, Pak FS, kemudian saudara RR. Yang terakhir dipanggil adalah Bharada E ini. Yang panggil (Bharada E) itu saudara RR," ujar Ronny.
Situasi di ruang rapat pun diceritakan Bharada E. Dia melihat banyak muka kedua bosnya itu.
Saat menyebut jika Brigadir J harus dieksekusi, Bharada E melihat Putri Candrawathi menangis.
Berita Terkait
-
Kasus Brigadir J Rawan, Rocky Gerung Curigai Isu Judi 303 Ferdy Sambo Sengaja Dimunculkan
-
Tak Punya Belas Kasih! Tangisan Putri Tak Mampu Hentikan Ferdy Sambo, Bharada E Ambil Posisi, Brigadir J Menurut Saja Digiring ke Tempat Eksekusi
-
Ada Saksi Lihat Brigadir J dan Istri Ferdy Sambo Lakukan Hal Terlarang di Kamar, Refly Harun Sebut Janggal, kok Bisa Masuk dan Menegur
-
Deolipa Yumara: Saya Menyatakan Perdamaian, Eks Pengacara Bharada E Mendadak Minta Maaf Terbuka ke Jenderal Bintang Tiga Polri
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Cepat Busuk dan Bebas Bau Tak Sedap
-
5 Sepatu Puma Lifestyle Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Spesifikasi POCO C81 Pro: HP Murah Sejutaan Layar Luas dengan Penyimpanan UFS 2.2