/
Senin, 22 Agustus 2022 | 09:29 WIB
Putri Candrawathi, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J. (Twitter/@Miduk17)

SuaraBandung.id - Benar-benar telah mati persaan lima orang yang ada di lokasi pembunuhan Brigadir J pada Jumat, (8/7/2022).

Dalam pembunuhan berencana, tidak ada yang menyangka jika Putri Candrawathi ikut dalam ruangan yang sedang membicarakan siapa yang akan mencabut nyawa Brigadir J.

Putri Candrawathi yang sudah menganggap Brigadir J sebagai anak sendiri, ternyata tega hati ikut merencanakan pembunuhan. 

Dalam kasus kematian Brigadir J, peran Putri Candrawathi akhirnya terungkap. 

Istri Ferdy Sambo itu menggiring Brigadir J ke rumah Dinas Duren Tiga untuk dieksekusi.

Terkait pembunuhan sadis tersebut, Bareskrim Polri mengungkap peran vital istri Ferdy Sambo.

Sebelum dieksekusi, Putri Candrawathi ikut dalam rapat kecil yang dihadiri empat orang, Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan Kuwat Ma'ruf.

Rapat kecil di lantai tiga rumah pribadinya di Jalan Saguling, Putri adalah orang yang menggiring Brigadir J ke rumah dinas.

Saat itu, Putri Candrawathi ditemani Bripka Ricky Rizal (RR) dan Richard Eliezer (Bharada E) dan Kuat Maruf.

Baca Juga: Kasus Brigadir J Rawan, Rocky Gerung Curigai Isu Judi 303 Ferdy Sambo Sengaja Dimunculkan

Mereka berempat pergi bersama menuju rumah dinas. Saat itu kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, Brigadir J diminta ke rumah dinas bersama Bripka RR, Bharada E dan Kuat Maruf. 

"(Putri) mengajak berangkat ke Duren tiga bersama E, RR, KM, Alm J," kata Agus, Sabtu (20/8/2022). 

Lebih dari itu, ternyata Putri mengikuti semua skenario yang dibangun suaminya, Ferdy Sambo. 

Bahkan Putri adalah orang yang akan menyiapkan sejumlah uang kepada tiga tersangka lainnya. 

Sesuai skenario awal, uang itu akan diberikan usai kematian Brigadir J. 

"Mengikuti skenario yang dibangun FS (Ferdy Sambo). Bersama (Putri) FS saat menjanjikan uang kepada RE, RR dan KM," katanya.

Kemudian tiba di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga. Putri langsung naik ke lantai tiga. 

Saat itu ada percakapan terakhir di lantai tiga antara Ferdy Sambo, Baharada E dan Bripka RR.

Saat Ferdy Sambo menanyakan kesiapan siapa yang akan mengeksekusi Brigadir J, Putri hadir di sana.

"Ada (Putri Candrawathi) di lantai 3 saat Riki dan Richard ditanya kesanggupan untuk menembak almarhum Josua," kata Agus. 

Setelah selesai, lalu terjadilah eksekusi mati Brigadir J yang dilakukan Bharada E. 
        
Kemudian, Ferdy Sambo membuat rekayasa baku tembak. Ferdy menggunakan sarung tangan, kemudian mengambil pistol Brigadir J.

Ferdy Sambo menggunakan pistol Brigadir J, menembakkan peluru ke dinding.

Putri menangis

Sebelum Brigadir J dieksekusi mati, Ferdy Sambo dan Putri melakukan rapat di rumah pribadinya di Jalan Saguling. 

Dalam rapat kecil itu Putri sempat menangis, sementara Ferdy Sambo marah dalam pembicaraan untuk membunuh Brigadir J. 

Tangis Putri ini diungkapkan Bharada E melalui kuasa hukumnya, Ronny Tapaessy dalam wawancara dengan TV One, Jumat (20/8/2022). 

Para tersangka ini melakukan rapat di rumah pribadi, beberapa jam sebelum eksekusi mati korban. 

Rapat kecil itu dilakukan setelah Putri dan rombongan tiba di rumah setelah melakukan perjalanan dari Magelang.

"Ada proses waktu di lantai tiga. Ketika klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ternyata memang sudah ada Ibu PC membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," kata Ronny Tapaessy. 

Load More