SuaraBandung.id - Lama tenggelam isu tiga periode akhirnya berdengung lagi. Kali ini wacana tiga periode diungkap langsung Presiden Joko Widodo saat wawancara bersama Karni Ilyas.
Awalnya Jokowi dan Karni Ilyas kebebasan berbicara di Indonesia rendah. Hal itu diperlihatkan dengan banyak survei yang menyebut kebebasan berbicara terus rendah.
Menyikapi pertanyaan soal kebebasan berbicara, Jokowi menyebut jika kebebasan di Indonesia sangat tinggi.
Dalam hal ini Jokowi menyebut sejumlah contoh kasus yang dialaminya sebagai kepala negara.
Jelas Jokowi, masih banyak orang yang bebas menghina. Tak hanya itu, masih banyak juga orang yang mendungu-dungukan dan memaki presiden.
Atas kenyataan itu, Presiden Jokowi menganggap hal itu biasa dan membuktikan orang masih bebas berbicara.
Tampak juga pada akun Twitter pribadi Jokowi yang menuliskan "Apa benar kita kurang bebas berbicara?".
"Ah, kebebasan apa yang masih kurang?" katanya.
"Orang memaki-maki presiden, orang menghina presiden, orang mengejek presiden, orang mencemooh presiden juga tiap hari kita dengar," kata Jokowi.
Baca Juga: Ferdy Sambo dalam Penguasaan Penuh Polri di Mako Brimob, Komnas HAM Kesulitan Cari Ponsel Brigadir J
"Orang mendungu-dungukan presiden. Biasa aja, mau seperti apa lagi?" kata Jokowi dalam wawancaranya bersama Karni Ilyas.
Demokrasi di Indonesia dikatakan Jokowi cukup tinggi meski merupakan orang-orang timur yang penuh dengan kesantunan.
Bahkan Jokowi menilai jika Indonesia sudah sangat liberal. "Sekarang kita sudah, menurut saya sudah sangat liberal sekali," kata Jokowi.
Selain berbicara tentang demokrasi, Jokowi juga menjawab pertanyaan Karni Ilyas tentang wacana tiga periode.
Selama ini Jokowi menilai isu masa jabatan presiden 3 periode hanya sebuah wacana.
Jokowi mengatakan tidak bisa tidak melarang wacana presiden tiga periode. Mertua Wali Kota Medan Boby Nasution ini menilai jika isu tiga periode sah-sah saja.
Berita Terkait
-
MENGEJUTKAN! Bharada E Bongkar Langsung Soal LGBT di Kasus Brigadir J, Pengacara: B nya Inilah Sambo
-
Dengan Gagahnya Ferdy Sambo Bicara Harga Diri, Harkat dan Martabat, Saor Siagian: Menjijikan
-
Viral! Nyanyi "Ojo Dibandingke" di Depan Jokowi, Siapa Farel Prayoga? Berikut Profil Penyanyi Cilik Asal Banyuwangi
-
Presiden Jokowi Tak Jadi Dapat Mutiara Melo Oranye Senilai Rp 4,8 Miliar, Nelayan Kalbar Beri Pengakuan Begini
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Review Boiling Point: Kisah tentang Dinamika Tim di Tengah Kekacauan Dapur!
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
Teror Badut Gendong Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
-
3 Rekomendasi Pelembap Mengandung Zinc Oxide, Bisa Redakan Kemerahan hingga Kontrol Sebum
-
Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal
-
Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK
-
Perempuan, Gengsi Sosial, dan Kebiasaan Beli Dulu Bayar Nanti
-
Titipkan Hewan Kurban ke Irfan Hakim, Presiden Prabowo Pilih Kerbau India Ukuran Jumbo
-
Harga Sawit Anjlok saat Harga Pupuk Tinggi, Petani Siak: Hidup Benar-benar Tertekan