SuaraBandung.id - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengungkap satu fakta baru yang hingga saat ini belum bisa ditemukan atas kematian Brigadir J.
Seperti diketahui, Brigadir J dieksekusi mati atas perintah mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022).
Dalam kasus ini, Ahmad Taufan Damanik mengungkap dugaan penghilangan atau perintangan penyidikan (obstruction of justice) atas kematian Brigadir J.
Upaya telah dilakukan Ferdy Sambo yang diduga memerintahkan tersangka lain, menghilangkan barang bukti berupa ponsel milik Brigadir J.
Hingga kini dikatakan Ahmad Taufan Damanik, barang bukti tersebut belum ditemukan.
Selain ponsel milik Brigadir J, sang jenderal juga melenyapkan barang bukti milik aide de camp (ADC) atau ajudannya yang lain.
Dikatakan, Ahmad Taufan Damanik upaya penggantian ponsel milik para ajudan ini dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB, pada (10/7/2022).
"Sebagai contoh (penghilangan barang bukti), misalnya beberapa adc itu mereka diambil handphone-nya tanggal 10, kira-kira jam 1 pagi. Mereka kemudian dikasih handphone baru," ucap Taufan menjabarkan temuannya dalam RDP di Komisi III DPR, Senin (22/8/2022).
Setelah itu ada upaya penggantian ponsel baru Bharada E dilakukan pada tanggal 19 Juli oleh Mako Brimob.
Namun, untungnya ponsel milik Bharada E dikatakan Ahmad Taufan Damanik, sudah ditemukan.
"HP (milik Bharada E) yang antara 10 sampai 19 sudah ditemukan pak," kata Ahmad Taufan Damanik.
Di sana kata Ahmad Taufan Damanik, ada upaya membangun skenario dengan berbagai jawaban.
"Ada upaya-upaya (dilakukan Ferdy Sambo) membangun skenario. Misalnya yang jawaban-jawaban sebagai bawahan kepada atasan 'siap komandan'. Itu misalnya yang sangat kentara di situ," kata Ahmad Taufan Damanik.
Namun, yang hingga saat ini belum ditemukan adalah barang bukti berupa ponsel milik Brigadir J.
"Termasuk pada hari H itu (ponsel Brigadir J), sampai sekarang belum ditemukan," kata Ahmad Taufan Damanik.
Berita Terkait
-
"Siap Komandan", Operasi Senyap Jam 1 Pagi Tanggal 10 Juli Terbongkar, Ini Perintah Irjen Ferdy Sambo yang hingga Kini Belum Terungkap
-
Komnas HAM di Depan Anggota DPR Bongkar Skuad Lama Adalah Orang Dekat Istri Ferdy Sambo, Sehari Sebelum Eksekusi Disebut Brigadir J
-
AKHIRNYA TERBONGKAR! Skuad Lama yang Ingin Habisi Brigadir J
-
Terbongkar Semua, Kejahatan Ferdy Sambo Berani Jual Istri dan Anak Buah hingga 36 Polisi Mati Jiwanya demi Tutupi Kematian Brigadir J
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
Promo JSM Alfamart 26 April 2026, Banjir Diskon Susu Anak dan Kebutuhan Dapur
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Mewarisi Kartini yang Mana? Membaca Ulang Jalan Menuju Terang
-
Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional
-
Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu