/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 20:59 WIB
Kolase foto Ferdy Sambo, Brigadri J, dan Baharda E. Terungkap perbendaan kejiwaan tersangka pembunuh Brigadir J. (rizki bali putra sundana)

SuaraBandung.id - Apa yang terjadi pada Ferdy Sambo dan Bharada E ternyata cukup mengejutkan.

Kabarnya mental atau kejiwaan dua tersangka pembunuh berencana pada Brigadir J, sangat jauh berbeda jika dilihat dari satu momen kejadian pemeriksaan yang dilakukan dua orang berbeda.

Bahkan mental Ferdy Sambo dan Bharada E sangat jauh berbeda di saat mereka diperiksa oleh Komnas HAM dan dikunjungi Kak Seto.

Seperti diketahui, berdasar pemberitaan yang kini ramai dibicarakan adalah pengakuan Bharada E jika sebenarnya tidak ada baku tembak di Duren Tiga Jakarta Selatan.

Bharada E mengaku dirinya diperintah langsung Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Brigadir J.

Atas perbuatan itu, Bharada ditetapkan sebagai tersangka lantaran ikut dalam tindak kejahatan bersama empat tersangka lainnya.

Sementara itu, Ferdy Sambo yang awalnya merekayasa kasus dengan menyebut baku tembak dan pelecehan seksual pada Jumat (8/7/2022), ternyata dibantah Mabes Polri.

Bahkan, berkat kerja keras tim bentukkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ferdy Sambo akhirnya mengakui semuanya.

Ferdy Sambo mengaku jika semua yang terjadi adalah tanggung jawabnya.  

Baca Juga: IPW: Polri Ogah Menanggung Dosa Ferdy Sambo, Loyalis FS "Bertumbangan" di Sidang Etik

Dari runtutan kasus tersebut, Komnas HAM termasuk lembaga yang aktif untuk ikut membantu mengungkap kematian Brigadir J.

Ada cerita menarik diungkap Komnas HAM tentang dua dari lima tersangka pembunuh Brigadir J.

Dua di antaranya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan Irjen Pol Ferdy Sambo.

Saat ini Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob Depok dengan penjagaan super ketat.

Sedangkan Bharada E menjalani penahan di ruang tahanan Bareskrim Polri.

Akan tetapi siapa sangka, jika keduanya memiliki mental yang berbeda.

Diceritakan Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Choirul Anam, menyebut ada satu waktu melihat Bharada E memiliki mental lebih kuat.

Meski Komnas HAM mengajukan pertanyaan yang berputar-putar, tetap bisa dijawab secara baik dan konsisten. 

“Ada proses (pemeriksaan) Bharada E, ditanya itu mentalnya kuat. (Pertanyaan) diputar-putar tetap konsisten," kata Anam.

Bharada E juga tidak terlihat grogi menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan.

Bahkan saat istirahat, Bharada E sempat merokok dengan waktu yang cukup lama dari yang lain, yang diperiksa Komnas HAM.

“Walau istirahat tidak lama, (Bharada E) merokoknya lebih lama dari yang lain,” jelas Anam.

Di sisi lain, Ferdy Sambo memperlihatkan hal berbeda. Hal itu bisa diketahui saat dikunjungi Kak Seto.

Ferdy Sambo beberapa kali menangis haru ketika diminta menceritakan anak-anaknya pada Kak Seto yang menemuinya di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok (23/8/2022).

Usai menemui Ferdy Sambo, Kak Seto menceritakan dirinya dititipi anak-anak sang jenderal. 

Ferdy Sambo ingin anak-anaknya diberi semangat dan tegar menghadapi kondisi yang sedang dialami kedua orangtuanya.

"Terjadi dialog-dialog sederhana (bersama Ferdy Sambo). Beliau menitipkan pada kami anak-anaknya untuk diberi semangat," katanya.

"Supaya tetap terus tegar menghadapi kondisi ini (masalah Ferdy Sambo dan istri), dan tetap mencapai cita-cita, yaitu menjadi anggota Polri," imbuh Kak Seto.

Load More