SuaraBandung.id - Kasus pembunuhan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo turut dikomentari mantan perwira TNI, Ruslan Buton.
Dengan suara berapi-api, Ruslan Buton mengatakan jika apa yang dilakukan Ferdy Sambo pada ajudannya adalah sebuah kebiadaban.
Lebih dari itu, Ruslan Buton juga menyamakan perilaku Ferdy Sambo pada Brigadir J tak ubahnya seperti partai terlarang, PKI.
Pendata Ruslan Buton ini viral di berbagai lini massa media sosial, termasuk TikTok yang diunggah akun @bennysyafaat_stories.
Dalam rekaman video yang kini viral, Ruslan Buton mengomentari kasus pembunuhan brigadir J oleh atasannya sendiri yang seorang jenderal, Ferdy Sambo.
Dengan gaya khas militernya, Ruslan Buton menilai tindakan keji yang dilakukan Ferdy Sambo membunuh ajudannya adalah kejahatan yang sama sadisnya dengan PKI.
"Sambo ini seorang baji**** yang bengis. Dan dia (Ferdy Sambo) lebih biadab dari PKI," kata Ruslan Buton seperti dikutip dari SuaraJawaTengah.id.
Ruslan Buton lantas menceritakan peristiwa sadis dan biadab yang dilakukan PKI pada para jenderal TNI tahun 1965.
Para komunis dengan teganya menghabisi dan membantai para jenderal. Dan peristiwa itu seperti terulang di tahun 2022.
Baca Juga: Ferdy Sambo "Melawan" dengan Banding, Susno Duadji Malah Singgung Hukuman Mati
"Peristiwa tahun 1965 para jenderal dibantai dengan sadis oleh komunis. Peristiwa 2022 ini jenderal membantai kudanya," kata Ruslan Buton.
Secara tegas Ruslan Buton mengatakan, jika ada yang tersinggung oleh ucapannya yang menilai Ferdy Sambo biadab, maka itu masuk dalam gerbongnya.
"Kalau ada yang tersinggung dengan kalimat saya (menilai Ferdy Sambo biadab) berarti dia bagian kelompoknya Sambo," ucap Ruslan Buton menyambung pembicaraan sebelumnya.
Lebih dari itu, Ruslan Buton heran dan mempertanyakan kenapa para jenderal bintang tigda dan bintang dua yang setingkat dengan Ferdy Sambo seolah tutup mulut atas kasus tersebut.
Bahkan Ruslan Buton melihat para jenderal bintang tiga dan bintang dua ini seperti ketakutan.
"Polisi bintang dua dan tiga pada ketakutan (menyelesaikan kasus Ferdy Sambo) ada apa?," kata Ruslan Buton menyatakan keheranannya.
Berita Terkait
-
Istri Ferdy Sambo Akhirnya Mengaku Juga, Putri Candrawathi Ceritakan Kejadian yang Sebenarnya Dialami
-
Ferdy Sambo "Melawan" dengan Banding, Susno Duadji Malah Singgung Hukuman Mati
-
Beda Kejiwaan Bharada E dengan Ferdy Sambo, dari Merokok sampai Menangis Titipkan Anak-anak
-
IPW: Polri Ogah Menanggung Dosa Ferdy Sambo, Loyalis FS "Bertumbangan" di Sidang Etik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan