/
Senin, 29 Agustus 2022 | 19:42 WIB
Panglima TNI Andika Perkasa memberi perintah khusus usut kasus mutilasi di Mimika Papua. Kabarnya 6 anggota TNI diduga terlibat dalam kasus tersebut. (pmj)

SuaraBandung.com - Panglima TNI, Andika Perkasa langsung memberi perintah tegas kepada jajarannya untuk mengusut temua dua jasad warga Mimika Papua.

Panglima TNI juga menyoroti enam anggota yang kabarnya saat kejadian ada di tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi sebelumnya seperti diberitakan suara.com, ditemukan dua jasad warga Mimiki 
terbungkus dalam karung di di kampung Pigapu-Logopon pada Sabtu (27/8/2022).

Setelah ditelusuri ternyata dua jasad tersebut diduga korban pembunuhan, lantaran tubuhnya terpotong-potong.

Atas temua yang sangat menggemparkan tersebut, Panglima TNI meminta semua anak buahnya untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Kabarnya ada enam prajurit TNI diduga terlibat dalam kasus mutilasi dua orang yang jasad termutilasi. 

Reaksi Panglima TNI ini diungkap langsung Danpuspomad, Letjen Chandra W. Sukotjo.

Dia mengatakan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan Puspomad untuk mengusut kasus tersebut.

Selain Panglima TNI, perintah serupa juga diberikan KSAD, Jenderal Dudung Abdurachman.

Baca Juga: Masuk Tahun Ajaran Baru, Mahasiswa Wajib Bekali Diri dengan Penyimpanan Data yang Aman dan Terpercaya

"Panglima TNI dan Kasad memerintahkan Danpuspomad untuk mengusut tuntas kasus ini (mutilasi dua warga Mimika)," kata Letjen Chandra saat dikonfirmasi, Senin (29/8/2022), seperti ikuti Suara.Com.

Saat ini update informasi dari Pomdam XVII/Cenderawasih, sudah dilakukan proses hukum terhadap keenam prajurit TNI yang sudah berstatus tersangka.

"Puspomad telah mengirimkan tim penyidik untuk membantu Pomdam (mengusut tuntas kasus mutilasi)," tuturnya.

Selain diduga melibatkan 6 anggota TNI, tersangka lain dari warga sipil saat ini sudah ditangani pihak kepolisian.

Enam Prajurit TNI diamankan

Mengenai kasus mutilasi dua warga Mimika ini, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Tatang Subarna mengakui, enam oknum prajurit TNI AD diamankan di Subdenpom XVII/C Mimika.

Load More