/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:30 WIB
Tampak wajah Ferdy Sambo tersangka pembunuh Brigadir J saat di lokasi rekonstruksi di Sagiling pada Selasa (30/8/22). (polri tv presisi)

SuaraBandung.id - Selain Bhrada E, satu tersangka lain yang cukup penting kesaksiannya adalah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Istri Ferdy Sambo ini dikenal sangat dekat dengan Brigadir J lantaran sudah menganggap sebagai anaknya.

Baiknya hubungan istri Ferdy Sambo dengan Brigadir J ini banyak diakui, bahkan oleh adik korban.

Namun, di balik itu semua, Putri Candrawathi ini juga diduga piawai bersandiwara.

Setidaknya ada tiga pengakuan berbeda yang diungka istri Ferdy Sambo. 

Pengakuan dari istri Ferdy Sambo ini disebut tiga kali berubah, sehingga butuh pendalaman untuk mengorek kebenaran yang sebenarnya terjadi.

Di hadapan polisi, Putri Candrawathi diketahui memberikan tiga keterangan berbeda terkait motif di balik pembunuhan Brigadir J.

Keterangan pertama yang diberikan istri Ferdy Sambo adalah mengaku dilecehkan oleh Brigadir J.

Namun, pada saat wawancara yang kedua, Putri Candrawathi mengubah keterangannya.

Baca Juga: Wu Yibing, Petenis Putra China Pertama yang Menang di Grand Slam Sejak 1959

Keterangan baru istri Ferdy Sambo ini, mengatakan jika dirinya melihat Brigadir J tiba-tiba masuk ke kamar.

Saat itu juga istri Ferdy Sambo melihat Brigadir J melucuti pakaiannya ketika berada di Magelang, Jawa Tengah.

Kemudian, tak lama ada pengakuan lain yang ketiga adalah soal kontak fisik antara dirinya dengan Brigadir J di kamar.

Ada perintah suami

Putri Candrawathi mengaku jika skenario pelecehan di Duren Tiga adalah perintah suaminya.

Putri Candrawathi mengakui mendapat perintah dari Ferdy Sambo untuk mengaku jika lokasi pelecehan seksual di Duren Tiga.

"Karena dia (istri Ferdy Sambo) bilang sebetulnya yang terjadi itu di Magelang. 'Saya disuruh untuk mengakui kejadian itu terjadi di Duren Tiga'," ujar Putri di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin, 29 Agustus 2022.

Cerita janggal

Soal keterangan istri Ferdy Sambo dinilai Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun cukup janggal.

"Awal pelecehan di TKP, tapi itu terbantahkan. Tidak ada pelecehan (di TKP Duren Tiga), maka pelecehan itu pindah ke Magelang," katanya.

Cerita baru muncul, di mana di Magelang, Brigadir J dituding telah melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi.

"Kemudian Kuat Ma'ruf marah-marah, bertengkar dan lain sebagainya," tutur Refly Harun.

"Apakah karena hal itu, yang membuat Ferdy Sambo sampai pada kesimpulan untuk membunuh? Ini menarik sekali ya," tambahnya.

Refly Harun mengatakan, motif Ferdy Sambo soal pembunuhan Brigadir J tidak dapat diterima logika.

"Padahal, secara logika kalau dia memang menemukan hal yang kurang ajar dari Yosua (Brigadir J) kepada istrinya, Putri Candrawathi, kan bisa tinggal panggil, tinggal bilang, diinterogasi, ditempeleng, dan lain sebagainya. Kira-kira begitu lah," sambungnya.

"Dia (Ferdy Sambo) tidaklah mungkin beritanda tanpa klarifikasi terlebih dahulu kepada orangnya," jelas Refly Harun.

Load More