Kepada AP, EP mengaku baru sebelum bertemu dengan mantan kekasihnya itu. "Pacaran (selingkuh) mengakui satu bulan. Tapi saya cari tahu, sudah lama. Kalau soal bertemu di hotel saya belum punya bukti berapa kali sudah melakukan," kata AP.
Anak pejabat
Publik di media sosial dikagetkan dengan viralnya rekaman video penggerebekan istri polisi di Palembang.
Banyak akun medsos yang akhirnya menguliti siapa sosok pria yang berani mengajak istri polisi berzina.
Bahkan, lokasi perzinahan yang merupakan hotel mewah ikut membuat penasaran publik, siapa lelaki yang berani menyelingkuhi istri polisi.
Rupanya pasangan selingkuh istri polisi ini merupakan anak pejabat yang berpengaruh di satu wilayah.
Pria berinisial IK yang masih sangat muda, yakni 24 tahun dikenal sebagai anak seorang Kepala Desa di Muara Sugihan, Banyuasin.
Tampak dalam rekaman, pria muda itu ikut diseret oleh sejumlah polisi yang menggerebeknya.
Anak si penguasa ini rupanya baru sama menzinahi istri polisi sebanyak satu kali. Belum diketahui apakah perzinahan ini yang pertama kali dilakukan atau sudah "rutinan".
Baca Juga: VIRAL! "Ngerasa Masih Ada Power", Kuwat Maruf Tertawa Lepas Saat Rekontruksi
Sebelumnya diberitakan, seorang istri polisi berinisial EP digerebek suami dan sejumlah anggota polisi.
Dari posisi EP yang hanya diam dan menutupi tubuhnya memakai selimut, seperti seolah tak menyangka jika "ronde pertama" yang baru saja selesai bareng selingkuhan, berujung pada penggerebekan.
EP rupanya tak sadar jika keinginannya berzina dengan selingkuhan sudah diketahui dan dibuntuti oleh sang suami yang tercatat sebagai anggota Polri di Polres Banyuasin.
Saat ditangkap secara massal oleh anggota polisi, EP saat itu tengah berduaan dengan pria lain.
Aksi penggerebekan EP ini pu viral lantaran ada seseorang yang ikut dalam penggerebekan merekam kejadian dari luar kamar hotel hingga masuk ke dalam.
Pemandangan perselingkuhan dengan ranjang hotel sudah acak-acakan pun terekam jelas.
Berita Terkait
-
Ini Tampang Anak Pejabat yang Berani Selingkuhi Istri Polisi, Pilih Berzina di Hotel Mewah hingga si Cookie Jadi Sorotan
-
"Ronde Pertama" Perzinahan Selesai Bareng Selingkuhan, Istri Polisi dalam Keadaan Pasrah Saat Digerebek Suami
-
Kecurigaan Lama Baru Terungkap, Diduga Dipergoki Brigadir J, Bharada E: Saya Curiga Bang Itu si Kuwat Ada Main Sama Putri
-
Ada Ikatan Janji Dilanggar Ferdy Sambo yang Diduga Picu Brigadir J Dihabisi, Pengacara: Itu Sebabnya Dia Duluan Pulang
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
5 Rekomendasi Foundation Lokal Terbaik, Kualitas Setara Brand High-End
-
Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS
-
7 Bedak Wardah yang Tahan Lama untuk Kondangan, Mulai Rp30 Ribu
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising
-
Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati
-
Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman
-
Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz