News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 06:21 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar alias Gus Umar menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu 31 Mei 2026. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat mengendalikan ego demi terciptanya perdamaian global saat perayaan Waisak di Jakarta, Minggu 31 Mei 2026.
  • Bhante Nyana Gupta menekankan pentingnya cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari sebagai cara untuk mewujudkan kerukunan dan kedamaian antarumat beragama.
  • Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama diikuti oleh 9.500 umat Buddha melalui berbagai kegiatan sosial, spiritual, dan pendalaman ajaran Dharma.

Suara.com - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar alias Gus Umar mengajak seluruh umat beragama mengendalikan ego demi mewujudkan kedamaian, baik dalam kehidupan pribadi maupun di tingkat global.

Hal tersebut diungkapkan Gus Umar saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu 31 Mei 2026.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, berbagai konflik yang terjadi di dunia berakar dari ego yang tidak terkendali. Karenanya, nilai-nilai ajaran agama perlu dijadikan sarana meredam ego dan membangun keharmonisan.

"Kalau kita berhasil menjinakkan ego kita, bukan saja persoalan pribadi dan keluarga yang selesai, tetapi juga persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan, bahkan dunia," kata Nasaruddin Umar di hadapan awak media.

Sementara itu, Bhante Nyana Gupta mengungkapkan, Waisak bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum menghadirkan nilai-nilai Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita menekankan pentingnya cinta kasih sebagai salah satu aspek praktik umat Buddha yang dapat membawa perdamaian. Kehadiran Buddha hendaknya juga hadir dalam diri setiap orang," kata Bhante Nyana Gupta.

Kata dia, perayaan Waisak tahun ini berlangsung hampir selama satu bulan dengan diisi berbagai kegiatan sosial dan spiritual seperti, aksi berbagi kepada masyarakat, pendalaman Dharma, hingga kegiatan bagi generasi muda.

Mengusung tema 'Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia', perayaan ini menjadi momentum memperkuat nilai kebajikan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.

"Kita terinspirasi oleh teman-teman Muslim, kita juga mempraktikkannya dalam satu bulan ini. Dan kegiatan-kegiatan lain, sebagai pendalaman Dharma, Kegiatan anak muda, dan nanti akan ditutup khusus dengan Waisak untuk remaja," pungkasnya.

Baca Juga: Menag: Banyak Nonmuslim Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Diketahui, perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama diikuti sekitar 9.500 umat Buddha dan 28 biksu serta biksuni Sangha Agung Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pindapata dan puja bakti Waisak.

Load More