SuaraBandung.id - Apakah mungkin korban perkosaan, setelah diperkosa lalu memanggil kembali si pelaku untuk berduaan di kamar?
Pada umumnya, korban perkosaan akan histeris, ketakutan, trauma, dan enggan bertemu pelaku pemerkosanya.
Setelah itu, biasanya korban perkosaan akan menghubungi orang terdekat untuk meminta pertolongan, baik medis atau langkah hukum yang harus diambil.
Pada umumnya, korban perkosaan sangat ingin pelakunya ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dalam setiap kasus perkosaan, polisi SOP-nya akan langsung memvisum korban untuk membuktikan apakah benar terjadi perkosaan atau tidak.
Nah, narasi di atas tidak terjadi pada istri Ferdy Sambo yang hingga hampir dua bulan berlangsung kasus pembunuhan Brigadir J, mengaku sebagai korban perkosaan.
Jika melihat kejadian pada (8/7/2022), maka besok (8/9/2022), tepat dua bulan meninggalnya Brigadir J di tangan kelompok pimpinan Ferdy Sambo.
Namun, hingga saat ini kasus tersebut masih berkutat soal motif. Sampai sekarang Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi mengaku membunuh Brigadir J lantaran adanya pelecehan harkat dan martabat keluarga.
Dengan alasan tersebut, Ferdy Sambo tega merencanakan pembunuhan dan mengeksekusi mati Brigadir J.
Baca Juga: Bersikap Dewasa, Begini Cara Nayeon TWICE Tanggapi Rumor Jahat
Kasus pengakuan perkosaan istri Ferdy Sambo yang minim bukti ini, membuat dugaan motif masih di seputaran bahwa Brigadir J berbuat tak senonoh padanya.
Terkait dugaan pelecehan ini, didukung oleh satu tersangka pembunuhan yang merupakan sopir Ferdy Sambo, Kuat Maruf.
Dia mengaku pada polisi melihat Brigadir J menggendong Putri Candrawathi.
Kuat mengatakan, sempat melihat Brigadir J mengendap-endap masuk ke kamar istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Saat itu, dikatakan Kuat, Putri sempat menangis di depan kamar mandi karena syok, yang katanya usai dilecehkan.
Akan tetapi, terkait pengakuan istri Ferdy Sambo ini banyak hal janggal.
Berita Terkait
-
Istri Ferdy Sambo Ngotot Ngaku Diperkosa Brigadir J, Kabareskrim Polri: Kebenaran Hakiki Hanya Milik Allah SWT
-
Geng Sambo Gagal "Culik" Orangtua Bharada E, Ternyata Pasukan Elit Loreng Turun Tangan
-
4 Poin Penting Kesaksian Susi dan Versi Anggota DPR, Apakah sang ART Benar-Benar Tahu Adanya Perkosaan atau
-
4 Hal Mengerikan Diungkap Wanita Bernama Susi, Sebut Keluarga Ferdy Sambo Sadis, Penyiksaan di Ruang Rahasia hingga Perut Dibelah
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim