/
Selasa, 06 September 2022 | 19:15 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J. Tampa Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. (Suara.com/Alfian Winnato)

SuaraBandung.id – Nama Susi yang tak lain asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo masih menjadi sorotan.
 
Nama Susi disebut-sebut lantaran keberadaanya di Magelang yang diduga tahu soal adanya dugaan perkosaan yang dilakukan mendiang Brigadir J pada istri Ferdy Sambo.
 
Susi juga yang disebut-sebut pertama mendengar istri Ferdy Sambo menangis, hingga Kuat Ma’ruf datang.
 
Disebut-sebut, Susi ini menjadi satu di antara saksi kunci tentang kebenaran apakah terjadi pemerkosaan di Magelang atau hanya karangan saja.
 
Berikut adalah sejumlah catatan mengenai mencuatnya nama Susi sang asisten Ferdy Sambo.
 
1. Dengar tangisan
 
Susi disebut dalam kesaksian Kuat Maruf, termasuk yang mendengar istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menangis di dalam kamar.
 
Kesaksian Susi ini menjadi penting untuk mengetahui apakah pengakuan istri Ferdy Sambo diperkosa Brigadir J benar adanya atau tidak.
 
2. Saksi utama
 
Nama Susi disebut menjadi saksi utama dalam peristiwa yang terjadi di Magelang.
 
Statusnya benar-benar menjadi saksi, bukan tersangka seperti Kuat Ma’ruf dan dua ajudan lainnya, Bharada E serta Bripka RR .
 
3. Tahu peristiwa Magelang
 
Sosok Susi adalah asisten rumah tangga (ART) yang cukup dekat dengan Putri Candrawathi.
 
Sama seperti Bharada E, Susi juga disebut dapat menjadi saksi mahkota terkait rangkaian peristiwa di Magelang, terutama soal kebenaran adanya perkosaan.
 
4. Diperiksa Komnas HAM
 
Di Magelang, Susi dikatakan Kuat Maruf, mendengar tangisan istri Ferdy Sambo.
 
Bahkan, untuk mengungkap kebenaran itu, Susi ikut diperiksa Komnas HAM beberpa waktu lalu.
 
Sementara itu kini muncul dugaan pemerkosaan yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.
 
Muncul kronologi dari Sarifuddin Sudding
 
Sebelumnya, dikutip dari channel YouTube DPR RI, Anggota DPR RI, Sarifuddin Sudding mengungkap apa yang terjadi di Magelang.
 
Disebut-sebut jika peristiwa di Magelang yang diduga menjadi pemicu kemarahan Ferdy Sambo.
 
Lantaran amarah tak terbendung, Ferdy Sambo tega membunuh ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
 
Sudding kemudian membeberkan rangkaian peristiwa dari Jakarta, ke Magelang, dan kembali ke Jakarta.
 
Puncaknya, di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Brigadir J dihabisi secara sadis pada 8 Juli 2022 lalu.
 
Rombongan Putri Candrawati (PC) bersama Brigadir J, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan ART bernama Susi berangkat ke Magelang pada 2 Juli 2022.
 
Disebutkan, tujuan mereka ke Magelang adalah menjenguk anak Ferdy Sambo dan Putri yang sedang bersekolah.
 
Masuk pada 4 Juli 2022, kabarnya ada peristiwa Brigadir J akan mengangkat (menggendong) Putri Candrawati.
 
Saat itu posisi istri Ferdy Sambo  sedang tidur siang di sofa, lalu akan dipindahkan ke kamarnya.
 
Kemudian rencana Brigadir J itu dilihat Kuat Maruf. “Melihat kejadian itu (Brigadir J membopong istri Ferdy Sambi), Kuat membentak Brigadir J,” katanya.
 
Kuat meminta Brigadir tidak menyentuh istri Ferdy Sambo. “Lalu (Brigadir J) kemudian mengurungkan niatnya," jelas Sudding.
 
Setelah itu, dikatakan Sudding, Ferdy Sambo menyusul ke Magelang dan merayakan hari ulang tahun pernikahannya dengan PC pada 6 Juli 2022.
 
"Ferdy Sambo pulang ke Jakarta tanggal 7 Juli pagi, lalu kemudian ada kejadian pada sore hari jam 17.30 WIB (tanggal 7 Juli), menjelang magrib ini sebenarnya jadi pemicu," tutur dia.
 
Dari sana, Brigadir J disebut masuk ke dalam kamar istri Ferdy Sambo dengan mengendap-endap.
 
"Saat itu Brigadir J masuk ke dalam kamar Putri di lantai 2 dan keluar dari kamar dilihat oleh Kuat, mengendap-ngendap lalu kemudian ditegur. Kenapa masuk ke kamar Ibu? Kemudian lari," kata dia.

Load More