SuaraBandung.id - Para tersangka mulai melawan pada Ferdy Sambo. Dari lima tersangka pembunuhan Brigadir J, baru dua orang yang mau melakukan perlawanan pada sang jenderal.
Di balik perlawanan itu ternyata ada dalang utamanya. Tak main-main, sang dalang pangkatnya lebih tinggi dari Ferdy Sambo.
Dalang perlawanan dua tersangka Bripka RR dan Bharada E adalah jenderal bintang tiga, Komjen Pol Agus Andrianto.
Cara Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto untuk membuat dua tersangka tersebut buka mulut adalah dengan mendatangkan sosok berpengaruh bagi keduanya.
Komjen Pol Agus Andrianto menjalankan rencananya, dengan mendatangkan dua keluarga dari saksi kunci tersebut.
Setelah orang-orang berpengaruh tersebut dipertemukan, Bharada E dan Bripka RR akhirnya mau bersuara.
Keduanya mengatakan hal yang diduga kebenarannya sama, yakni tentang TKP Magelang, Saguling, dan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Mereka kompak melawan dan membantah skenario pembunuhan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo.
Komjen Pol Agus Andrianto melihat timsus dan penyidik Bareskrim Mabes Polri berusaha keras menggali keterangan Bharada E.
Dan apa yang dilakukan Komjen Pol Agus Andrianto berhasil Bharada E mengeluarkan formasi yang signifikan tentang peristiwa pembunuhan sadis Brigadir J di rumah Kadiv Propam.
Bharada E adala satu di antara saksi kunci yang ada di lokasi saat kejadian.
Bahkan Bharada E ini menjadi eksekutor tembak mati Brigadir di bawah tekanan dan perintah langsung dari Ferdy Sambo.
Bharada E bicara semua demi satu tujuan, yakni kebenaran terungkap dan demi ketenangan dalam hidupnya.
Komjen Agus Andrianto lantas menggunakan strategi dengan mempertemukan Bharada E dengan orangtuanya.
“Usaha (tim) maksimal. Kami lakukan agar saksi kunci Bharada E buka-bukaan dan jujur tentang peristiwa itu (pembunuhan Brigadir J)," kata Komjen Pol Agus Andrianto.
"Sampai-sampai kami menghadirkan ayahnya (Bharada E) untuk mendampingi,” ujar Komjen Agus Andrianto.
Namun, dalam informasi tersebut Kabareskrim tidak mengungkap secara detail bagaimana informasi yang disampaikan Bharada E.
Bukan hanya pada Bharada E, Komjen Pol Agus Andrianto juga melakukan cara sama pada Bripka RR.
Komjen Pol Agus Andrianto memfasilitasi Bripka RR agar bertemu bersama keluarganya, yakni orangtua, adik, dan istrinya.
Bripka RR kemudian siap membuat seluruh pengakuan tentang skenario pembunuhan berencana yang dirancang Ferdy Sambo.
Bripka RR akhirnya memberanikan diri membocorkan seluruh kebenaran yang terjadi pada mendiang Brigadir J.
Dan benar saja, banyak keterangan dari Bripka RR yang sangat berarti untuk mengungkap kasus tersebut.
Bahkan Bripka RR menceritakan semua hingga detik demi detik kejadian, hingga sesudah pembunuhan Brigadir J.
Pengacara Bripka RR, Erman Umar sudah berjanji membuka semua fakta yang sebenarnya terjadi.
Hal itu diungkap setelah Bripka RR dipertemukan dengan sang istri dan adiknya.
“Dia (Bripka RR) berbalik arah. Mungkin setelah Richard (Bharada E) buka-bukaan. Dia (Bripka RR) juga didatangi adik kandung sama istrinya agar minta bicara benar,” tutur Erman.
Erman Umar mengaku melihat sendiri Bripka RR menangis deras saat diminta segera jujur.
“Istri dan adiknya menyampaikan terbuka, (Bripka RR) bicara benar,” katanya.
Ketika itu istri dan adik Bripka RR memperingatkan soal ayahnya yang seorang mantan polisi.
“Kalau kamu tidak bicara benar nama baik bapak kamu yang juga polisi (menjadi pertaruhannya)," kata Erman Umar menirukan adik Bripka RR.
"Ingat anak kamu (Bripka RR). Bagaimanapun anak kamu akan melihat. Mau apa? Pembunuh atau apa?,” ucap Erman mengulang perkataan istri Bripka RR.
Saat itulah Bripka RR dikatakan menangis sejadi-jadinya. Dan dia mulai membuka semua di hadapan keluarganya.
Tag
Berita Terkait
-
Aduh! Istri Ferdy Sambo Ternyata Tak Menangis, Brigadir J Tidak Akui Kesalahan, Bripka RR Ubah Keterangan
-
Tak Mampu Sembunyikan Perasaan, 15 Menit Pertemuan Terakhir Brigadir J dan Istri Ferdy Sambo Berdua di Kamar
-
Kesaktian Ferdy Sambo Tidak Ada yang Bisa Menandingi, Pengacara Brigadir J Sebut Percuma Pakai Lie Detector
-
Reaksi Kuat Maruf Paling Beda, Bripka RR Lihat Ada Ketegangan dan Kepanikan Sambil Bawa Pisau
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
Pocong yang Membesar sambil Menyeringai Gila di Kebun Pisang
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Kalcer 2026: Keren Gak Harus Mahal, Budget di Bawah 500 Ribu
-
Sakit Hati Ortu Dihina Jadi Motif Pria di Pandeglang Habisi Nyawa Sang Pacar
-
Ingin Beli Skin Epic Impian? Ini 5 Cara Cepat Beli Diamond Mobile Legends Lewat GoPay Games
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Sinopsis The Hunt: Perburuan Manusia oleh Kelompok Elit Demi Kesenangan, Tayang di Netflix
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi