/
Selasa, 13 September 2022 | 06:50 WIB
Ilustrasi kolase foto, Brigadir J, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi. Bripka RR mengatakan dirinya akan menyelamatkan Brigadir J andai tahu akan ada pembunuhan rekannya oleh Ferdy Sambo. (pixabay/Brett_Hondow/ Instagram @kadivpropam)

SuaraBandung.id - Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, bisa saja selamat dari pembantaian kelompok Ferdy Sambo.

Akan tetapi, hal itu semua seolah terjadi begitu saja, di mana mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo kalap hingga gelap hati dan pikiran.

Adalah Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR yang mengatakan andai saja dirinya tahu Brigadir J akan dibunuh, makan banyak kesempatan untuk menyelamatkannya.

Pengakuan Bripka RR tersebut menjadi kejutan lantaran dirinya sangat berpeluang menyelamatkan Brigadir J dari para algojo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Sepak terjang Bripka RR ini menjadi sorotan lantaran berani mengubah kesaksian tentang pembunuhan Brigadir J.

Bripka RR menjadi tersangka kedua yang melawan kesaksian Ferdy Sambo, setelah sebelumnya dilakukan Bharada E

Dari kronologi yang diungkap Bripka RR, tergambar jelas bagaimana detik-detik kejadian penembakan terhadap Brigadir J.

Pengakuan sang ajudan ini diduga akan semakin memberatkan dalang pembunuhan Brigadir J, yakni Ferdy Sambo.

Namun, dengan munculnya pengakuan Bripka RR, justri seolah yang terjadi adalah kemarahan spontan Ferdy Sambo pada Brigadir J.

Baca Juga: Gus Baha: Apapun Masalahnya, Amalkan Satu Dzikir Ini!

Bukan itu saja, Bripka RR secara terus terang tidak mengetahui jika Brigadir J melecehkan istri, Putri Candrawathi saat mereka masih di Magelang. 

Bripka RR malah merasa jika dirinya seperti masuk dalam perangkap yang dibuat Ferdy Sambo.

Dalam pengakuan terbaru, Bripka RR juga tegas dan ngotot tidak ikut dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J.

Bripka RR mengatakan jika semua kejadian dari awal hingga akhir dirancang Ferdy sambo. 

Pernyataan Bripka RR ini diungkap kuasa hukumnya bernama Zena Dinda Defaga, seperti dikutip dari Youtube Official iNews TV, Senin (12/9/2022). 

Dikatakan Zena, Bripka RR sama sekali tidak mengetahui ada rencana pembunuhan.

"Di Magelang (rumah Ferdy Sambo), Bripka RR sama sekali tak mengetahui adanya rencana pembunuhan?" tanya pembawa acara. "Tidak mengetahui sama sekali," ucap Zena menjawab pertanyaan tadi.

Bahkan Zena mengatakan, sebagaimana pernyataan Bripka RR, dirinya akan menyelamatkan Brigadir J andai tahu rekannya itu akan dihabisi secara sadis.

"Bahkan dia (Bripka) sempat berkata jika tahu bakal ada perencanaan seperti itu (pembunuhan), apalagi kan di mobil (dari Magelang ke Jakarta) Bripka RR dan Brigadir J di mobil berdua," katanya. 

"Kalau dia (Bripka RR) sudah tahu sejak di Magelang (ada rencana pembunuhan), dia akan berhenti di rest area dan menurunkan Brigadir J agar tidak terjadi peristiwa (pembunuhan) tersebut," sambung Zena. 

Dengan kondisi saat ini dan apa yang terjadi di TKP Saguling serta Duren Tiga, Jakarta Selatan, Zena mengatakan jika Bripka RR seharusnya bukan jadi tersangka, tetapi saksi.

Hal itu lantaran Bripka RR tidak mengetahui akan adanya rencana pembunuhan pada Brigadir J.

Seperti diketahui, Bripka RR adalah orang yang berani menolak perintah Ferdy Sambo yang dalam keadaan marah pada Brigadir J.

Bripka RR nekad melawan perintah Ferdy Sambi untuk menembak Brigadir J ketika tiba di Duren Tiga.

Diakui Bripka RR, tawaran eksekusi mati itu diberikan Ferdy Sambo pada para tersangka saat di Saguling.

Setelah menolak dan memberikan  keterangan, bukannya hanya sebatas saksi, malah dijadikan tersangka.

Seperti diketahui, jika tersangka pembunuhan Brigadir J ditetapkan lima orang. 

Mereka adalah Bharada E, Ferdy Sambo, Maruf Kuat, Bripka RR, dan Putri Candrawathi. 

Load More