- Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Ketenagakerjaan meningkatkan mitigasi guna mengantisipasi lonjakan PHK akibat ketidakpastian ekonomi global di Jakarta.
- Pemerintah diminta menerapkan sistem deteksi dini pada sektor rentan untuk mencegah bertambahnya angka pemutusan hubungan kerja secara nasional.
- Kemenaker harus menyiapkan program perlindungan sosial khusus bagi pekerja terdampak, termasuk bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Suara.com - Komisi IX DPR RI mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah ketidakpastian global, khususnya akibat konflik di Timur Tengah.
Anggota Komisi IX Edy Wuryanto menilai dampak konflik internasional tidak bisa dihindari dan berpotensi menekan berbagai sektor ekonomi, termasuk ketenagakerjaan di Indonesia.
“Oleh karena itu, saya kira mitigasi Menaker soal PHK ini itu harus ditingkatkan,” kata dia dalam rapat kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.
Ia menekankan pentingnya jaminan perlindungan sosial bagi pekerja yang terdampak PHK agar tidak semakin terpuruk secara ekonomi.
Senada dengan itu, anggota Komisi IX Nurhadi meminta pemerintah memperkuat sistem mitigasi melalui deteksi dini terhadap sektor-sektor yang berpotensi terdampak.
“Saya berharap ada deteksi dini yang dilakukan oleh Pak Menteri beserta jajaran sehingga ini bisa diantisipasi secara dini,” ujar dia.
Menurutnya, langkah deteksi dini akan membantu pemerintah mengidentifikasi sektor rawan sejak awal, sehingga kebijakan pencegahan bisa segera diterapkan untuk menekan angka PHK.
Nurhadi juga menyoroti tren peningkatan angka PHK dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Kemenaker, jumlah PHK pada 2024 mencapai sekitar 77 ribu, kemudian meningkat menjadi sekitar 88 ribu pada 2025.
“2026 ini mudah-mudahan turun,” kata Nurhadi berharap.
Baca Juga: Buktikan Prediksi PBB, Prabowo Ingatkan Menteri: Pangan, Energi, dan Air Masalah Hidup Mati Bangsa
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris mengingatkan tekanan ekonomi tahun ini diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia meminta Kemenaker menyiapkan program khusus, termasuk bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
“Proyeksinya tahun ini angkanya akan lebih tinggi karena kondisi ekonominya lebih buruk dibandingkan tahun yang lalu sehingga tekanan terhadap pekerja ini pasti akan semakin berat, termasuk terhadap pekerja dari kalangan teman-teman difabel,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Buktikan Prediksi PBB, Prabowo Ingatkan Menteri: Pangan, Energi, dan Air Masalah Hidup Mati Bangsa
-
KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
-
Masa Kejayaan BYD Mulai Goyah, Laba Anjlok dan PHK Ribuan Karyawan
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
-
Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global
-
Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian
-
Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang
-
Belanja Kini Makin Seru, Kuliner Lezat dan Promo Menarik Jadi Magnet Baru Pengunjung
-
Review Viva Moisturizer Gel Hydra Lift, Ini Kandungan dan Pengalaman Pembeli
-
Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa
-
Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!
-
Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata
-
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur