SuaraBandung.id - Gus Baha pernah mengatakan dalam satu ceramahnya bahwa makhluk apapun akan menjadi dho'if atau lemah jika disejajarkan dengan sifat Allah SWT.
Selain Allah SWT, semua makhluk hanyalah bersifat dho'if. Allah SWT yang Maha segala-galanya harus diyakini oleh umat Islam dalam konteks beragama.
Gus Baha mengatakan sebuah kesalahan jika makhluk itu dianggap bersifat qowi atau kuat. Menurutnya, makhluk memiliki kalimatuhaqqi yakni dho'if. Baginya, makhluk hanyalah sebatas makhluk yang dho'if.
Gus Baha juga menerangkan bahwa sifat makhluk tidaklah kekal.
“Ya sama (saja), (kalau) kamu nyifati bumi itu kuat (qowi), lah nanti kalau bumi dihancurkan (kiamat)? Kamu bilang bumi wujud, ya repot nanti, nah makanya kalau kamu ditanya, bumi gimana? Ya sekarang (memang) masih wujud tapi wujud terus kan nggak mungkin, setelah kiamat bumi ini dihilangkan kan?” terang Gus Baha.
Gus Baha melanjutkan, umat Islam dilatih membaca kalimat yang memang berwujud abadi selamanya.
“kalimatu haqqin alaihaa nahyaa wa ‘alaihaa namuutu wa bihaa nub’a-tsu inysAllahu minal aminin.”
Bahkan, Gus Baha juga mengatakan kalau ia lebih butuh kepada Allah SWT daripada ke seorang presiden. Karena seorang presiden (Amerika) menurutnya juga seorang makhluk yang dho'if.
Sebelumnya, ceramah Gus Baha beredar melalui video yang diunggah di kanal YouTube Santreh Kopengan pada Rabu (13/4/2022). Ia menjelaskan "Jadi (memang) cara Allah, presiden itu (bersifat) dhoif, Amerika itu (sifatnya) dho'if, lha kok barang (makhluk) dho'if kok dijadikan tumpuan hidup." Gus Baha menerangkan.
Ia pun menyampaikan bahwa umat Islam perlu mengetahui bahwa hanya Allah SWT yang bisa menjadi tumpuan hidup. Ia berpendapat bawha saat ini hanya sedikit yang memiliki pemahaman itu.
Gus Baha mengatakan dirinya bersikukuh tentang pemahaman itu walaupun sering mendapat protes akan hal itu.
“saya sering diprotes, tapi di dunia gus, tetep butuh presiden,” Gus Baha mengatakan.
Lalu ia menjawab, “lebih butuh ke Allah, dibilangin kok bantah,” kata Gus Baha.
Gus Baha melanjutkan, bahwa orang yang beralasan adalah orang yang belum mendapatkan hidayah.
“Orang kalau (dia) nggak dapat hidayah. Mereka mesti (masih) alasan, ini hidup di dunia, butuh presiden (juga), meskipun (kita) di dunia lebih butuh Allah, zaman kamu (saat) di kandungan butuh presiden?” Gus Baha mengatakan.
Gus Baha menegaskan dengan candaannya, “presidennya sendiri loh (masih) gak bisa ngatur dirinya, (untuk) hadapi DPRnya saja pusing, yang kamu idolakan itu (ternyata) pusing (juga). Ya biasa saja,” ujar Gus Baha.
Gus Baha pun tak bermaksud menyepelekan presiden ataupun negara Amerika, namun ia memberi contoh makhluk yang pada dasarnya semua bersifat dho'if.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Demi Jerry Yan Cs, 13 Fans F4 Niat Jahit Aksesoris Baju Sebulan sebelum Konser FForever
-
Transformasi Warga Jawa Timur yang Kini Kian Melek Cuan di Pasar Modal
-
Belajar Bahasa Inggris Bukan Sekadar Hafal Kosa Kata, Ini Tantangan yang Harus Disadari Orang Tua
-
Kompetisi Futsal SMA Digelar di 4 Kota, Talenta Muda Berpeluang Dilirik Hector Souto
-
Jip Hantam Tebing di Jalur Wisata Gunung Bromo, Sopir dan Wisatawan Tewas
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Magis The Beatles di Tangan Bilal Indrajaya: Sukses Bius Ratusan Penonton Java Jazz 2026
-
Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik
-
Bukan Minta Maaf, Keluarga Kiai Pencabulan di Pekalongan Malah Tuntut Media Hapus Berita