- Pengasuh Pondok Pesantren Padang Ati, Abdul Khalim Fadlun, resmi menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap 25 santriwati di Pekalongan.
- Keluarga tersangka menuntut media massa menghapus seluruh berita terkait kasus tersebut serta meminta pihak media menyampaikan permohonan maaf.
- Polresta Pekalongan tetap melanjutkan proses hukum terhadap tersangka meskipun pihak keluarga berupaya menekan media untuk menghentikan pemberitaan kasus tersebut.
Suara.com - Kasus dugaan pencabulan massal yang menjerat pengasuh Pondok Pesantren Padang Ati, Abdul Khalim Fadlun alias AKF (54), memasuki babak baru yang memicu kontroversi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, pihak keluarga tersangka justru melayangkan tuntutan mengejutkan kepada awak media.
Alih-alih menyampaikan permohonan maaf kepada para korban yang jumlahnya dikabarkan mencapai 25 santriwati, keluarga AKF justru menuntut media massa dan media sosial untuk menghapus seluruh pemberitaan terkait kasus tersebut.
Dalam surat pernyataan yang beredar luas, pihak keluarga mengajukan tiga poin tuntutan utama:
Pertama meminta untuk menghapus seluruh berita terkait kasus AKF dan Ponpes Padang Ati.
Kedua, keluarga meminta media memberikan pernyataan maaf secara terbuka kepada pihak pondok pesantren.
Ketiga, keluarga meminta awak media datang langsung untuk menghadap dan meminta maaf kepada pengasuh Ponpes Padang Ati.
Sikap defensif keluarga tersangka ini pun mendadak viral dan memancing amarah warganet. Banyak yang menilai tuntutan tersebut tidak berempati terhadap trauma mendalam yang dialami puluhan korban.
"Udah salah bukannya minta maaf, herannya ya Allah," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Baca Juga: Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik
Saat ini, AKF telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan Polresta Pekalongan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.
Meski pihak keluarga mencoba membungkam narasi di ruang publik, polisi terus mendalami kasus yang mencoreng institusi pendidikan agama ini.
Tag
Berita Terkait
-
Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik
-
Kiai Pekalongan Ditahan Kasus Pencabulan, Para Santri Malah Nangis dan Berebut Cium Tangan
-
Viral Pengantin Pria Pakai Selendang Bentuk Bunga Menjuntai
-
Selain Anak Bupati, Kasus Narkoba di Riau Juga Rupanya Menjerat Seorang Selebgram Berhijab
-
Viral Lagi, Kisah Angeles Duran Mengaku Pemilik Matahari dan Punya Surat Resmi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Berapa Harta Kekayaan Gus Miftah? Ini 6 Sumber Kekayaannya
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Nadine Kei Inara Buktikan Logika Data Science dan Jiwa Seni Bisa Berjalan Beriringan
-
Soundrenaline Sana Sini 2026 Siap Guncang Blok M, Ada Last Dinosaurs hingga Sal Priadi
-
Di Balik Tawa Temon Templar: Sosok Ayah Bertanggung Jawab dan Jenius Lulusan UI
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Totalitas Tanpa Batas! Jirayut Rela Tubuh Biru-biru Hingga Leher 'Geser' Demi Film Cek Khodam
-
Rawat Ibu Sendiri hingga Napas Terakhir, Vega Darwanti Ungkap Momen Haru saat Ibunda Berpulang
-
Jelang Konser 40 Tahun, Kahitna Ajak 40 Pelari Bernostalgia di CFD Jakarta
-
Tawa Terakhir Temon sebelum Berpulang: Sempat Bercanda, Lalu Mengeluh Sakit Dada