/
Rabu, 14 September 2022 | 17:08 WIB
Gus Baha. (Akun instagram @gusbahaofficial)

SuaraBandung.id - Gus Baha menjawab pertanyaan dari seorang jamaah dalam satu pengajiannya, dikutip suara.com dari video YouTube yang diunggah oleh Santreh Kopengan pada Senin (11/4/2022). 

Jamaah itu merupakan seorang mahasiswa Islam. Ia bertanya apakah demonstrasi diperbolehkan dalam agama Islam. Menurutnya, ia ingin menunjukkan rasa hubbul wathon minal iman.

Gus Baha mengatakan, mayoritas rakyat yang memberi dukungan kepada pemerintah itu menunjukkan bahwa seorang presidennya adalah seorang yang baik. Itu jika memang ada pemerintahan yang mendapat dukungan dari 90 persen rakyatnya.

Bagi pemerintah, bisa terjadi warning apabila hanya didukung oleh 55 persen rakyatnya. Itu berarti sebagian rakyatnya ada yang tidak mendukung untuk menjadi presiden. Oleh karena itu, pemerintah harus berhati-hati.

“Jadi, susahnya apa sih (untuk) kita melihat sesuatu itu? Asal agama ini kan gampang. Asal tidak melakukan maksiat, (berarti) baik. Demo yang diharamkan oleh sebagian ulama tentu maknanya (demo) yang anarkis. Kalau yang dihalalkan tentu maknanya (demo) yang tertib,” Gus Baha menerangkan.

Gus Baha menjelaskan, demonstrasi yang merugikan dan kontraproduktif itu dilarang. Sebaliknya, jika demonstrasi itu diperbolehkan dalam Islam jika tidak disertai dengan kegiatan yang anaris dan merugikan orang lain.

Sebelumnya, seorang jamaah bertanya kepada Gus Baha terkait demonstrasi yang ia lakukan. Ia ingin tahu hukumnya dalam Islam.

“Bagaimana menurut Gus, apakah saya melakukan demontrasi ini (hukumnya) sudah baik atau sangat baik atau mungkin perlu dikaji kembali?” tanya jamaah itu kepada Gus Baha.

Gus Baha menjawab, bahwa demonstrsasi itu memiliki makna pokok yakni memperlihatkan. Maka apabila melakukan demonstrasi kekuatan, maka yang dilakukan dalam demonstrasi itu adalah memperlihatkan kekuatan.

Baca Juga: Boleh Tahu atau Tidak Kita Kepo dengan Isi HP Pasangan? Begini Ungkap Buya Yahya

“demontrasi itu kan, makna pokoknya itu kan, memperlihatkan. Makanya demonstrasi kekuatan, ya, memperlihatkan kekuatan,” ungkap Gus Baha.

Demonstrasi boleh dilakukan tanpa menimbulkan mudharat terhadap kelompok lain dan tak berbuat anarkis sehingga tidak merugikan. Islam berpandangan bahwa demonstrasi itu bersifat fleksibel.

“Bahkan kalau tidak menyuarakan (aspirasi), suara kita. Tentu dengan cara - cara (yang) tetep islami ya. Itu malah kita akan disalahkan. Karena berarti (kita) tidak ikut bertanggungjawab dalam proses bernegara. Tapi tentu (harus) disuarakan dengan cara konstitusional,” tambah Gus Baha.

Gus Baha pun memberikan contoh demonstrasi yang pernah terjadi di satu daerah yakni Yogyakarta. Seseorang pamit kepadanya untuk melaksanakan demo, orang itu adalah seorang rektor dari satu Perguruan Tinggi di sana. Gus Baha menjawab, “ya, (boleh) tapi yang baik dan sopan,” Gus Baha mengungkapkan.

“Karena begini, kekuatan (negara) manapun itu harus dikontrol. Tentu konrol itu macem - macem (bentuknya), saya ulang lagi, jangan anarkis, jangan melakukan sesuatu yang kontraproduktif,” Gus Baha mengatakan.

Load More