SuaraBandung.id - Gus Baha menjawab pertanyaan dari seorang jamaah dalam satu pengajiannya, dikutip suara.com dari video YouTube yang diunggah oleh Santreh Kopengan pada Senin (11/4/2022).
Jamaah itu merupakan seorang mahasiswa Islam. Ia bertanya apakah demonstrasi diperbolehkan dalam agama Islam. Menurutnya, ia ingin menunjukkan rasa hubbul wathon minal iman.
Gus Baha mengatakan, mayoritas rakyat yang memberi dukungan kepada pemerintah itu menunjukkan bahwa seorang presidennya adalah seorang yang baik. Itu jika memang ada pemerintahan yang mendapat dukungan dari 90 persen rakyatnya.
Bagi pemerintah, bisa terjadi warning apabila hanya didukung oleh 55 persen rakyatnya. Itu berarti sebagian rakyatnya ada yang tidak mendukung untuk menjadi presiden. Oleh karena itu, pemerintah harus berhati-hati.
“Jadi, susahnya apa sih (untuk) kita melihat sesuatu itu? Asal agama ini kan gampang. Asal tidak melakukan maksiat, (berarti) baik. Demo yang diharamkan oleh sebagian ulama tentu maknanya (demo) yang anarkis. Kalau yang dihalalkan tentu maknanya (demo) yang tertib,” Gus Baha menerangkan.
Gus Baha menjelaskan, demonstrasi yang merugikan dan kontraproduktif itu dilarang. Sebaliknya, jika demonstrasi itu diperbolehkan dalam Islam jika tidak disertai dengan kegiatan yang anaris dan merugikan orang lain.
Sebelumnya, seorang jamaah bertanya kepada Gus Baha terkait demonstrasi yang ia lakukan. Ia ingin tahu hukumnya dalam Islam.
“Bagaimana menurut Gus, apakah saya melakukan demontrasi ini (hukumnya) sudah baik atau sangat baik atau mungkin perlu dikaji kembali?” tanya jamaah itu kepada Gus Baha.
Gus Baha menjawab, bahwa demonstrsasi itu memiliki makna pokok yakni memperlihatkan. Maka apabila melakukan demonstrasi kekuatan, maka yang dilakukan dalam demonstrasi itu adalah memperlihatkan kekuatan.
Baca Juga: Boleh Tahu atau Tidak Kita Kepo dengan Isi HP Pasangan? Begini Ungkap Buya Yahya
“demontrasi itu kan, makna pokoknya itu kan, memperlihatkan. Makanya demonstrasi kekuatan, ya, memperlihatkan kekuatan,” ungkap Gus Baha.
Demonstrasi boleh dilakukan tanpa menimbulkan mudharat terhadap kelompok lain dan tak berbuat anarkis sehingga tidak merugikan. Islam berpandangan bahwa demonstrasi itu bersifat fleksibel.
“Bahkan kalau tidak menyuarakan (aspirasi), suara kita. Tentu dengan cara - cara (yang) tetep islami ya. Itu malah kita akan disalahkan. Karena berarti (kita) tidak ikut bertanggungjawab dalam proses bernegara. Tapi tentu (harus) disuarakan dengan cara konstitusional,” tambah Gus Baha.
Gus Baha pun memberikan contoh demonstrasi yang pernah terjadi di satu daerah yakni Yogyakarta. Seseorang pamit kepadanya untuk melaksanakan demo, orang itu adalah seorang rektor dari satu Perguruan Tinggi di sana. Gus Baha menjawab, “ya, (boleh) tapi yang baik dan sopan,” Gus Baha mengungkapkan.
“Karena begini, kekuatan (negara) manapun itu harus dikontrol. Tentu konrol itu macem - macem (bentuknya), saya ulang lagi, jangan anarkis, jangan melakukan sesuatu yang kontraproduktif,” Gus Baha mengatakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Manchester City Juara Carabao Cup Usai Tumbangkan Arsenal 2-0
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan