/
Sabtu, 17 September 2022 | 13:30 WIB
Deddy Corbuzier mengungkap kekecewaan lantaran susahnya mengundang pihak polisi untuk tampil di acaranya. (youtube Deddy Corbuzier)

SuaraBandung.id - Ada apa dengan polisi yang tidak memperdulikan undangan dari Deddy Corbuzier.

Padahal seperti diketahui, sederet pejabat sekelas menteri, ketua DPR, MPR mau bicara di podcastnya Deddy Corbuzier untuk berbagi cerita tentang mengelola negara. 

Bukan itu saja, Deddy Corbuzier juga mengatakan hal itu menjadi tidak biasa, lantaran sebelum kasus Ferdy Sambo terungkap selalu ada saja orang Polri yang bersedia datang di acaranya.

Namun jauh berbeda dengan kondisi saat ini dimana mantan pesulap ternama Indonesia itu mengaku kesulitannya mengundang pihak kepolisian untuk membahas perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J.

“Tidak ada jawaban. Biasa nya cepet,” kata Deddy dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Untuk mencari pengganti narasumber, akhirnya Deddy mengundang hadir ke acaranya, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Di sana Deddy mengorek informasi soal pembunuhan Brigadir J dari sisi lain, yakni  wakil rakyat di DPR.

Selain itu, lantaran polri cuek atas undangannya, Deddy berjanji segera mempublis wawancaranya khusus dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Nama Hotman Paris ini sempat dikaitkan dengan Ferdy Sambo yang diduga menjadi dalang pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Persib Bandung Berhasil Lanjutkan Tren Kemenangan, Luis Milla Beri Waktu Istirahat!

“@hotmanparisofficial yang hampir (menjadi pengacara) membela FS tapi akhirnya menolak.. kenapa ya kira kira...Hotman segera tayang!” katanya. 

Hasil survei kontras, dan terbalik

Hasil survei yang dilakukan Deddy Corbuzier tentang kepuasan publik pada kinerja Polri dalam mengungkap kasus terbunuhnya Brigadir J. (sumber: youtube Deddy Corbuzier)

Bukan itu saja, Deddy juga membongkar suara publik yang disrvei olehnya melalui media sosial.

Apa yang dilakukan Deddy ini menjawab hasil survei terbaru terkait kepuasan publik terhadap kinerja Polri selama menangani kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Awalnya Panel Survei Indonesia (PSI) membuat survei kepuasan publik pada Polri soal kasus pembunuhan Brigadir J.

Koordinator PSI, Yuswiryanto memperlihatkan hasil surveinya, ada 76,7 persen publik menjawab puas dengan kinerja Polri saat ini.

Setelah itu ada hasil  17,1 persen yang mengatakan tidak puas atas penanganan kasus kematian Brigadir J. 

Lalu ada hasil survei sebanyak 6,2 persen lainnya memilih abstain. Dalam melakukan survei, PSI menyebut melibatkan 1.580 responden.

Namun hal kontras terlihat saat Deddy Corbuzier membuat survei serupa. 

Deddy mengatakan ada 48 ribu orang bersuara soal penilaian publik dalam penanganan kasus Ferdy Sambo yang ditangani polisi.

Ada hasi 64 persen responden memilih 'males udah ngurusnya'. 

Kemudian ada angka 32 persen memilih 'ga percaya'. Setelah itu  hanya ada 3 persen responden lainnya memilih 'percaya'.

Hasil surveinya yang sangat kontras dan terbalik dari PSI, disebut Deddy hal biasa.

“Ya namanya juga survey (kepuasan) semua beda hasil itu biasa. Cuma survey saya dr 48 ribu orang Survey mereka berapa orang,” kata Deddy.

Load More