SuaraBandung.id – Kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak mengungkap jika ada ancaman serius yang didapat Ferdy Sambo dari orang dekatnya.
Kamaruddin mengatakan jika orang dekat Ferdy Sambo mengancam akan membongkar atasan sang jenderal tentang “ternak” mafia yang selama ini sudah terjadi.
Bukan itu saja, Kamaruddin menyindir orang yang terlibat dalam kasus mafia seperti BPJ Hendra.
Kamaruddin menyinggung Ferdy Sambo yang memiliki beberapa orang yang menjadi anak buah Ferdy Sambo.
Adanya jet pribadi yang digunakan anak buah Ferdy Sambo untuk perjalanan ke Jambi patut diduga adalah milik seorang mafia kelas atas.
"Keterlibatan mafia, salah satu jet pribadi oleh BJP Hendra itu karena milik seorang mafia RBT,” katanya.
Dia mewajarkan jika kedekatan dengan mafia bisa menghasilkan fasilitas jet pribadi yang cukup mewah yang bisa digunakan kapan saja.
“Wajar karena ada keterlibatan mafia bukti seorang BJP punya fasilitas pesawat pribadi. Dia itu tangan kanannya Kapolri,” ucap Kamaruddin.
Kamaruddin mengatakan, jika Kadiv Propam adalah tangan kanan dan tukang pukulnya Kapolri.
“Kadiv Propam (Ferdy Sambo) tukang pukulnya Kapolri. Di mana Kapolri pergi, dia (Ferdy Sambo) ikut,” ucapnya.
“Ferdy Sambo zaman dulu pergi ke istana itu Kapolri, di situ ada Kapolri di sana ada Ferdy Sambo karena jabatan dia Kadiv Propam, bahkan nasib para jenderal di tangan dia, untuk dapat jabatan," ujar Kamaruddin.
Tak sampai di situ karena Putri Candrawathi sebenarnya sudah mengancam Ferdy Sambo akan melaporkan atasannya karena sudah terlibat dalam kasus mafia.
"Putri Candrawathi mengancam Ferdy Sambo akan melaporkan atasannya dan membuka bisnis mafianya itu antara lain judi, kemudian sabu-sabu atau narkoba termasuk prostitusi," kata Kamaruddin.
"Almarhum Brigadir J diduga informannya ibu PC. Makanya dia diancam dibunuh,"ujar Kamaruddin.
Bahkan seperti diketahui sebelumnya jika Brigadir J sempat menyampaikan ke Vera Simanjuntak jika ia akan dibunuh oleh Ferdy Sambo.
"Kepada kekasihnya almarhum mengatakan ia akan dibunuh sehingga meminta maaf dan berharap kekasihnya mencari pria lain,” kata Kamaruddin.
Kemudian Reza Hutabarat dimutasi ke Polda Jambi sebelum Brigadir J ke Magelang dan insiden mengerikan itu terjadi.
"Reza ini dikasih uang Rp5 Juta dan dompet merk Pedro, dan dikasih tas serta dijanjikan akan dimutasi dari Yanma Polri ke Polda Jambi," ujar Kamaruddin.
Kepergian Putri Candrawathi ke Magelang karena ingin melihat 2 anaknya yang bersekolah di Taruna Nusantara Magelang.
“Putri Candrawathi bersama sejumlah pengawal, ajudan dan sopir serta asisten rumah tangganya ke Magelang untuk melihat dua anaknya yang bersekolah di Taruna Nusantara Magelang,” ujar pengacara Brigadir J.
Ferdy Sambo menyusul Putri Candrawathi ke Magelang pada 6 Juli 2022 untuk merayakan ulang tahun pernikahan ke 22.
Kemudian mereka bertengkar terkait Ferdy Sambo yang selingkuh dengan wanita lain dan Putri Candrawathi akan melaporkan Ferdy Sambo ke atasannya terkait kasus mafia.
"Karena pertengkaran itu, Ferdy Sambo keesokannya yakni 7 Juli meninggalkan Putri Candrawathi di Magelang. Justru Ferdy Sambo tidak bertanggungjawab, meninggalkan istrinya di Magelang dan ia pulang ke Jakarta untuk merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J,” ujarnya.
Kemudian Putri Candrawathi memanggil ajudan, sopir dan ART pada 7 Juli untuk berbicara bergantian di kamarnya dan Brigadir J mendapatkan waktu 15 menit untuk berbicara dengannya.
Sumber: SuaraRiau.id
Berita Terkait
-
Cinta Segitiga dan Ancaman Ferdy Sambo akan Dihabisi Jadi Alasan sang Jenderal Singkirkan Brigadir J
-
Ogah Ambil Risiko, Penasihat Kapolri Singgung Memori Banding Ferdy Sambo Diterima hingga Singgung Hak
-
Sadar Ada Masalah di Negara Ini, Pengacara Brigadir J Ajak Masyarakat Pilih Presiden yang Bertanggung Jawab di 2024
-
Presiden Biarkan Polri Terjebak dalam Lumpur, Kamaruddin Ungkap Situasi Terkini Keluarga Brigadir J
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar